Dalam pernyataannya, Rachmat mengklaim program MBG lebih mendesak untuk dijalankan, daripada pembukaan lapangan kerja.
"Tetapi dikatakan, katanya MBG lebih penting daripada lapangan kerja. MBG penting, lapangan kerja penting, tetapi MBG lebih mendesak," ungkapnya.
Sebagai gambaran, Rachmat menganalogikan sebuah kail pancingan yang biasa digunakan nelayan untuk memancing ikan.
"Ada yang bilang, tolong kasih kail, jangan ikan. Kalau dikasih kail, sudah keburu mati," terangnya.
Soroti Fenomena Warga Kelaparan di Pelosok Desa
Pada momen pidato itu, Rachmat merujuk pada fenomena kelaparan yang masih terjadi di pelosok Tanah Air.
Baca Juga: Wabup Sinjai Terima Silaturahmi Manajer Baru PLN ULP Sinjai, Tekankan Penguatan Layanan Kelistrikan
Oleh karena itu, Kepala Bappenas itu mengutarakan salah satu fokus pemerintah saat ini adalah membangun infrastruktur sosial, salah satunya melalui MBG.
"Cobalah lihat saudara-saudara kita di ujung pelosok desa, mereka lapar, mereka kelaparan," tutur Rachmat.
"Ketika saya harus mendampingi Pak Presiden meresmikan sekolah rakyat, anak-anak kita SMP, SMA tidak bisa baca tulis. Dan itu banyak sekali," imbuhnya.
Baca Juga: Berikan Pelayanan Kesehatan Terbaik untuk Masyarakat, Pemkab Bantaeng Raih UHC Award
Di sisi lain, Rachmat juga menegaskan, MBG adalah program prioritas yang harus dieksekusi dengan baik.
Selain membangun infrastruktur fisik, Rachmat mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur sosial juga penting dilaksanakan.
"Makan bergizi adalah bagian daripada pembangunan yang harus diselesaikan," jelas Rachmat.