Papua Raya—yang mencakup Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Barat, Papua Barat Daya, hingga Papua Pegunungan—sudah dialokasikan lahan sekitar 100 ribu hektare yang akan digenjot pembangunannya pada 2025–2026.
”Krisis kesehatan COVID-19, kita bertahan. Krisis lainnya, mampu bertahan. Tapi kalau krisis pangan terjadi, akan melompat krisis politik. Tidak ada satu negara di dunia mampu bertahan kalau pangan bermasalah. Oleh karena itu, langkah cepat kita adalah SPHP, kita bangun gudang, dan solusi permanen ke depan adalah produksi dalam wilayah sendiri,” ungkapnya.
Selain itu, dalam dialog bersama masyarakat Papua, Mentan Amran juga mendengarkan aspirasi petani, peternak, hingga kelompok adat.
Ia menanggapi satu per satu permintaan mulai dari bibit jagung, sarana mekanisasi, pengembangan kakao, kopi, kelapa, hingga penguatan peternakan rakyat.
Artikel Terkait
12 Sekolah di Bulukumba Raih Adiwiyata dari Kementerian Lingkungan Hidup
Dibuka Gubernur Sulsel, Jambore Kepala Desa Tekankan Integritas dan Inovasi Pembangunan Desa
Merespon Narasi Kritis BEM FKM Unhas Dalam Pemilihan Rektor, Syahrullah: Jangan Dijadikan Arena Politik Praktis
RSUD Aceh Tamiang Kembali Beroperasi, Andi Sudirman Apresiasi Perjuangan Tim Medis Pemprov Sulsel dan Relawan
Lenovo Hadirkan Rangkaian Legion Ecosystem Terbaru di Makassar, Siap Dorong Gamer dan Kreator ‘Reach Your Impossible’
Angin Puting Beliung Terjang Tanete Rilau Barru, 10 Rumah Rusak; Bupati Andi Ina Langsung Turun ke Lokasi
Ketua Aliansi Alumni Pemerhati Unhas Syahrullah, Mengecam Pihak Kampus Atas Berkibarnya Bendera Bintang Kejora dan KNBP
HUT ke-27 SMAN 4 Barru Dimeriahkan Jalan Santai, Bupati Andi Ina Apresiasi Kontribusi Pendidikan