Sulawesinetwork.com - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Kabapanas), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Papua sedang memasuki babak baru pembangunan pangan.
Dengan percepatan program cetak sawah, dukungan logistik, dan kolaborasi lintas sektor, Papua diproyeksikan mulai mandiri pangan pada 2026 dan sepenuhnya sejajar dengan pulau-pulau lain di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
Baca Juga: Peringati Hari Ibu ke-97, Bunda PAUD Sinjai Gelar Lomba Paduan Suara Mars Bunda PAUD
“Mimpi kita adalah Papua mandiri pangan. Tidak lagi bergantung pasokan dari Makassar atau Jawa. Papua harus memenuhi kebutuhannya sendiri. Karena kalau kita ngangkut dari daerah lain, itu biaya transportasinya ditanggung oleh masyarakat,” kata Mentan Mentan Amran saat kegiatan penyaluran beras SPHP di Jayapura, Papua, Selasa (9/12/2025).
Mentan Amran menjelaskan bahwa kebutuhan pangan Papua mencapai sekira 660 ribu ton per tahun, sementara kapasitas produksi lokal baru sekitar 120–124 ribu ton.
Baca Juga: Bantaeng Satu-satunya Kabupaten Kota Di Sulsel Raih Penghargaan Dari Kementerian PAN-RB
Kekurangan sekitar 500 ribu ton inilah yang tengah dikejar melalui ekspansi sawah dan intensifikasi lahan.
Untuk itu, Mentan Amran menyampaikan bahwa cetak sawah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan Papua. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa dengan penambahan sawah baru masing-masing sekitar 20 ribu hektare di wilayah Papua, 50 ribu hektare di Papua Selatan, 17 ribu hektare di Papua Barat Daya, serta potensi tambahan di Sorong dan Papua Barat, maka dalam 5–10 tahun Papua tidak lagi mengalami defisit pangan.
Baca Juga: Diduga Ikut Menganiaya, Keluarga Korban Penembakan di Kajang Minta Polisi Tangkap Istri Pelaku
“Solusi permanen ke depan, kita cetak sawah 100 ribu hektare. Kalau langkah ini konsisten, persoalan pangan Papua akan selesai. Tidak ada lagi permasalahan beras. Itu solusi permanen kita,” ungkapnya.
Dalam kunjungannya ke Papua, Mentan Amran juga menekankan bahwa pangan adalah fondasi stabilitas bangsa.
Baca Juga: Penuh Khidmat, Bupati dan Wakil Bupati Barru Sambut Kepulangan Jamaah Umroh di Rujab
Di tengah dunia yang menghadapi krisis energi hingga krisis pangan, ia kembali mengingatkan bahwa ketika pangan bermasalah, sebuah negara dapat terdorong ke krisis sosial bahkan politik.
Oleh karena itu, langkah cepat dan permanen terus digeber melalui penyaluran beras SPHP (stabilitas pasokan dan harga pangan), pembangunan fasilitas gudang wilayah yang belum memiliki fasilitas penyimpanan, dan peningkatan kapasitas produksi pangan lokal.
Artikel Terkait
12 Sekolah di Bulukumba Raih Adiwiyata dari Kementerian Lingkungan Hidup
Dibuka Gubernur Sulsel, Jambore Kepala Desa Tekankan Integritas dan Inovasi Pembangunan Desa
Merespon Narasi Kritis BEM FKM Unhas Dalam Pemilihan Rektor, Syahrullah: Jangan Dijadikan Arena Politik Praktis
RSUD Aceh Tamiang Kembali Beroperasi, Andi Sudirman Apresiasi Perjuangan Tim Medis Pemprov Sulsel dan Relawan
Lenovo Hadirkan Rangkaian Legion Ecosystem Terbaru di Makassar, Siap Dorong Gamer dan Kreator ‘Reach Your Impossible’
Angin Puting Beliung Terjang Tanete Rilau Barru, 10 Rumah Rusak; Bupati Andi Ina Langsung Turun ke Lokasi
Ketua Aliansi Alumni Pemerhati Unhas Syahrullah, Mengecam Pihak Kampus Atas Berkibarnya Bendera Bintang Kejora dan KNBP
HUT ke-27 SMAN 4 Barru Dimeriahkan Jalan Santai, Bupati Andi Ina Apresiasi Kontribusi Pendidikan