Tak hanya itu, agenda profesionalnya yang tak kalah penting, yaitu panggilan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait Undang-Undang Penyiaran keesokan harinya, juga terancam batal. "Hilang semua itu," keluhnya.
Helmy Yahya menegaskan, maskapai harus memikirkan kepentingan dan kerugian penumpang yang terpaksa menanggung dampak delay.
Ia juga menyayangkan kurangnya transparansi dari pihak maskapai mengenai alasan penundaan.
"Saya nggak tahu alasannya delay karena tidak terbuka juga," ujarnya.
"Kalau alasannya cuma kurang penumpang atau kalau dilakukan jam sekian rugi, come on, nggak semua mikir untung rugi."
Pria yang dikenal dengan jargon "sepakat!" ini menutup videonya dengan pesan keras: maskapai yang akan bertahan di masa depan adalah mereka yang benar-benar memprioritaskan penumpangnya.
Keluhan dari tokoh publik seperti Helmy Yahya ini diharapkan bisa menjadi cambuk bagi maskapai untuk berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan demi kenyamanan dan kepercayaan penumpang.(*)
Artikel Terkait
Ini Konfirmasi Pihak Kementerian Perhubungan Terkait Pesawat Jamaah Haji yang Delay
Klaim Sebagai Pesawat Full Service, Bos Garuda Ungkap Alasan Mahalnya Tiket Pesawat Garuda
Lagi, Insiden Kecelakaan Pesawat AS: Kini Terjadi Libatkan Jet Bisnis saat Mendarat di Bandara Arizona
Presiden Prabowo Siapkan Diskon Tiket Pesawat-Tarif Tol di Libur Lebaran-Nyepi
Mudik Lebaran 2025 Makin Hemat! Tiket Pesawat Domestik Turun Hingga 14 Persen, Catat Tanggalnya
Israel Serang Bandara Yaman, Hancurkan Pesawat Pengangkut Jemaah Haji
Jemaah Haji Indonesia Dilarang Bawa Air Zamzam di Pesawat, Ini Skema Pembagiannya Setibanya di Tanah Air!
Pesawat Misterius China Mondar-Mandir ke Iran Meski Berpotensi Jadi Target Gempuran Israel-AS
Drama Delay di Bali: Ridwan Kamil Diminta 'Tunjukkan Powermu' Saat Ratusan Penumpang Terlantar Akibat Pengaspalan Bandara