"Itu sebabnya yang sekarang, dengan sistem pendidikan sekarang, kalau dia dari luar kota, mereka kita kasih (uang), ya enggak besar, tapi seenggaknya bisa ganjel mereka hidup," tandas Budi, menunjukkan adanya upaya pemerintah untuk mengatasi ketidakadilan akses pendidikan dokter spesialis ini.
Pernyataan Menkes Budi ini membuka mata publik terhadap realitas pahit di balik pendidikan dokter spesialis di Indonesia.
Baca Juga: Rakor Pemda Berubah Jadi Sidak Narkoba Dadakan, Bupati Pimpin Pembuktian 'ASN Bersih'
Gengsi dan biaya tinggi selama masa pendidikan secara tidak langsung menciptakan jurang eksklusivitas, membatasi kesempatan bagi para dokter muda berpotensi yang berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah untuk meraih cita-cita menjadi seorang spesialis.
Langkah pemerintah melalui sistem RSPPU dan BBH patut diapresiasi sebagai upaya awal untuk mewujudkan pendidikan dokter spesialis yang lebih inklusif dan merata. (*)
Artikel Terkait
LG Cabut Investasi Baterai Nikel, Pengamat Ingatkan RI: Jangan Sepelekan IHSG
Prabowo Sambut Investasi Raksasa Korea Selatan, Rp30 Triliun Tambahan Siap Mengalir
Pung Saso Nakhoda Baru POBSI Bulukumba! Target Emas Porprov dan Gemakan Biliar
Mengenang Bunda Iffet yang ‘Menyelamatkannya’ dari Narkoba, Kaka: Bunda Nggak Pernah Menyerah Sama Slank
Wajib Naik Transportasi Umum di Hari Rabu, ASN Jakarta Harus Selfie untuk Laporan
BRI Mediapreneur Talks Promedia 2025 Siap Sambangi Kota Serang: Seminar Bisnis untuk Jurnalis hingga Pengusaha Media
Cegah Stunting, Wakil Ketua DPRD Gowa Konsisten Jadi Orang Tua Asuh Ibu Hamil, Libatkan Anak Pramuka dalam Aksi Sosial Bulanan