Solusi keempat mencakup pemberian insentif fiskal dan non-fiskal, seperti penurunan bea masuk, PPh impor, dan PPN impor, dengan tujuan mendongkrak impor dari AS sekaligus menjaga daya saing ekspor Indonesia di pasar global.
"Terkait dengan tarif dan bagaimana kita meningkatkan impor, bagaimana dengan impor ekspor kita yang bisa sampai 18 miliar dolar AS diisi dengan produk-produk yang kita impor, termasuk gandum, katun bahkan juga salah satunya adalah produk migas," papar Airlangga, merinci potensi komoditas yang bisa menjadi kartu truf dalam negosiasi.
Meskipun kursi Duta Besar RI untuk AS masih kosong, pemerintah Indonesia menunjukkan tekad bulat untuk menjalankan negosiasi dengan strategi yang matang dan dukungan penuh dari berbagai kementerian.
Pertanyaannya kini, mampukah Indonesia menavigasi 'badai' tarif resiprokal Trump tanpa kehadiran seorang duta besar di garda terdepan diplomasi di Washington D.C.?
Nasib hubungan dagang kedua negara akan sangat bergantung pada kelihaian delegasi Indonesia dalam perundingan mendatang.(*)
Artikel Terkait
SBY Bongkar Taktik Prabowo Hadapi 'Trump Effect': 'Dual Track Strategy' Andalkan ASEAN dan Diplomasi
Luhut Beri Garansi: Indonesia Tak Perlu Panik Tarif Trump! Pengalaman Kita Hadapi Krisis Sudah Segudang!
Indonesia Optimis Hadapi Gelombang Tarif Trump: Fondasi Ekonomi Disebut Solid
Sri Mulyani Tegaskan APBN Aman dari Kebobolan di Tengah Kebijakan Tarif Kontroversial Trump
Bom Waktu Perdagangan Global Meledak: Tarif Resiprokal Trump Berlaku, Impor China ke AS Meroket 104%!
Australia Gigit Jari! Larang Daging Babi AS, Langsung Dihantam Tarif Resiprokal Trump 10%
Trump Nyalakan Lagi Bara Batu Bara: Berkah Sesaat untuk RI, Langkah Mundur Iklim Global?
Trump 'Hidupkan' Lagi Batu Bara, Indonesia Siap Panen 'Harta Karun' Miliaran Dolar!
Kejutan Pasar! IHSG Terbang 5,5 Persen Pagi Ini, Efek Trump Tunda Tarif Impor
BREAKING! Trump Tunda Tarif Impor Jilid II ke 75 Negara, Tapi Gebuk China dengan Tarif 125%!