"Salah satu yang perlu kita perhatikan di dalam kita mengelola ekonomi kita agar tidak terus menerus terkaget-kaget, tetapi pada saat yang sama kita tetap waspada," pungkasnya.
Pernyataan keras Sri Mulyani ini menambah daftar panjang kritik internasional terhadap kebijakan tarif resiprokal Donald Trump, yang dinilai merusak tatanan perdagangan multilateral dan berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi global.
Para ekonom di berbagai belahan dunia pun sepakat dengan pandangan Menkeu RI, bahwa kebijakan tersebut lebih bernuansa politis ketimbang memiliki dasar ekonomi yang kuat.(*)
Artikel Terkait
Sri Mulyani Pastikan Gaji ke-13 dan 14 Tetap Cair, Ini Perkiraan Waktu Pencairannya
Menkeu Sri Mulyani Ungkap Harga Asli Gas Elpiji Tembus di Angka Rp42.750 per Tabung: Siapa yang Menanggung Kelebihan?
Menyoal Program MBG yang Dilaksanakan Setiap Hari, Menkeu Sri Mulyani: Seperti Pesta Pernikahan Setiap Hari
Tidak Perlu Khawatir! Efisiensi Anggaran, Sri Mulyani Janji Honorer, UKT dan Beasiswa KIP Tetap Aman
Mendiktisaintek Brian Yuliarto Singgung UKT ke Rektor hingga Sri Mulyani yang Pastikan Beasiswa KIP Tak Dipangkas!
Sri Mulyani Diminta Kepala Daerah Optimalkan Anggaran APBN dan APBD di Tengah Efisiensi
Mentan Amran dan Menkeu Sri Mulyani Tinjau Progres Cetak Sawah di Wanam
Gempar! Isu Sri Mulyani Mundur, Benarkah Ramalan Cak Nun Jadi Kenyataan? Istana Angkat Bicara!
Istana Tegas Bantah Isu Reshuffle, Sri Mulyani Tetap Aman di Kabinet Merah Putih?
Sri Mulyani Tambah Anggaran Ketahanan Pangan Jadi Rp 155,5 Triliun, Begini Rinciannya