Dampak terhadap Indonesia
Meski tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan AS dalam penyediaan obat ARV, Indonesia tetap merasakan dampak dari kebijakan ini. Direktur eksekutif Indonesia AIDS Coalition (IAC), Aditya Wardhana, mengingatkan bahwa sebagian besar program HIV di Indonesia didanai oleh donor asing, termasuk dari AS.
Baca Juga: Siswa SD Kritik Rasa Menu Makan Bergizi Gratis, BGN Siapkan Evalusi Tiap 20 Hari
Selain itu, ia menyoroti kebijakan Trump yang dapat mempengaruhi pendekatan terhadap isu gender dalam program penanggulangan HIV di Indonesia.
"Dalam pidato inagurasi Trump, dia secara eksplisit mengatakan kebijakan AS hanya mengakui dua gender: laki-laki dan perempuan. Di Indonesia, program penanggulangan HIV sangat berkaitan dengan teman-teman transgender. Prevalensi HIV di kelompok transgender cukup tinggi," ujar Aditya dalam wawancara dengan media.
Menkes Ungkap Langkah Pemerintah dalam Mengantisipasi
Baca Juga: Bulukumba Disebut Belum Siap Laksanakan Program Makan Bergizi Gratis, Penyedia Abaikan Keluhan Siswa
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga mengakui bahwa kebijakan Trump terkait penghentian bantuan medis dapat berdampak pada Indonesia.
Selain HIV, penghentian bantuan ini juga mencakup obat-obatan untuk tuberkulosis (TBC) dan malaria.
Namun, Budi menyatakan bahwa Indonesia sudah mulai mengurangi ketergantungan pada dana hibah AS dengan menjalin kerja sama dengan negara lain, seperti Arab Saudi dan India.
Baca Juga: Ternyata Ini Penyedia MBG di SD 171 Loka, Rumah Makan Milik Pejabat Pemkab Bulukumba
"Amerika memang membekukan semua bantuan, dan Indonesia juga terdampak. Beruntungnya, sumber hibah kita sudah lebih beragam, tidak hanya dari AS. Itu sebabnya Pak Prabowo sudah mengalokasikan dana dari APBN untuk menutupi kebutuhan, misalnya dalam penanggulangan tuberkulosis," kata Budi saat ditemui di RS Harapan Kita, Kamis 30 Januari 2025.
Ia juga menambahkan bahwa dampak penghentian bantuan ini tidak hanya dirasakan langsung dari lembaga AS seperti CDC, tetapi juga secara tidak langsung melalui WHO dan Gavi, yang masih bergantung pada pendanaan AS.
"Pasti akan ada dampaknya, baik dari pendanaan langsung melalui CDC atau pemerintah AS, maupun secara tidak langsung melalui WHO dan Gavi, yang sebagian besar dananya masih bergantung pada AS," katanya.
Artikel Terkait
DeepSeek vs ChatGPT, Ini Plus Minus AI Buatan China versus AS yang Bersaing Ketat di Dunia Kecerdasan Buatan
Keramaian Libur Imlek 2025, Cerminkan Fenomena 'Lipstick Effect': Daya Beli Lesu tapi Banyak yang Liburan
Trump Hentikan Bantuan Medis Obat, Ancaman HIV/AIDS, Malaria, dan TBC Diprediksi Meningkat Pesat
Ini Alasan Donald Trump Tawarkan Pensiun Dini Bagi PNS AS dengan Pesangon Tinggi
Coca-cola Menarik Produknya dari Pasar Eropa karena Kandungan Klorat Tinggi, Lalu Indonesia?
Nominal Uang yang Diterima dari Bansos Lansia, Begini Cara Ceknya
Cara Jadi Penerima Bansos Lansia, Simak Syarat dan Cara Pendaftarannya!