Sulawesinetwork.com - Kabupaten Bulukumba dianggap belum layak melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai insiden belasan siswa SD 171 Loka muntah dan mual usai konsumsi MBG.
Koordinator Kareso Institute Bulukumba Andi Ardiansyah menilai jika pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Bulukumba hanya sekedar.
Pasalnya menurut Andi Ardiansyah, menu untuk pemenuhan gizi siswa seakan dilakukan tanpa adanya pelibatan ahli gizi dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulukumba.
Baca Juga: Bansos Lansia Dicairkan Pemerintah? Begini Cara Cek Pencairan dan Besaran yang Diterima
"Ya keliatan asalkan dijalankan saja itu program MBG di Bulukumba. Harusnya ada ahli gizi dan pelibatan Dinkes untuk melakukan pengawasan," ujarnya.
Apalagi menurut Andi Ardiansyah. Menu yang tidak layak konsumsi sudah menjadi isu yang kerap di keluhkan siswa namun tidak perna mendapat perhatian untuk dilakukan evaluasi.
"Isu inikan sudah beberapa kali terdengar dan puncaknya di SD 171 Loka. Ini membuktikan jika sejak awal memang tidak ada pengawasan dan sekedar menjalankan," jelasnya.
Baca Juga: Warga Desa Gattareng Matinggi Maros Kerja Bakti Bersama Mahasiswa KKN UINAM
"Jika keluhan siswa saja diabaikan, artinya tidak ada keseriusan untuk menjalankan program ini. Justru insiden yang terjadi seolah ingin ditutupi, padahal ini beresiko terhadap anak-anak kita," tambah Andi Ardiansyah.
Andi Ardiansyah juga menyayangkan pernyataan Kabid Humas Pemkab Bulukumba Andi Ayahtullah yang menyebutkan jika hal ini patut disyukuri karena tidak ada siswa yang dilarikan ke rumah sakit.
"Pembelaan Pemkab juga seakan ingin mengaburkan kejadian yang sebenarnya. Apakah kita harus menuggu ada korban dulu, lalu kejadian ini dianggap serius," ungkapnya.
"Padahal inikan sudah jadi keluhan. Kok kesannya melindungi penyedia. Apakah karena penyedianya adalah pejabat Pemkab Bulukumba? Ini menyangkut kesehatan anak-anak kita," tutup Andi Ardiansyah.
Diketahui, pihak Dinas Kesehatan Bulukumba mengakui jika telur busuk dan buah yang sudah tidak layak konsumsi sudah kerap dikeluhkan siswa dan disampaikan kepada pihak penyedia.
Artikel Terkait
Terungkap! Pejabat Pemkab Bulukumba Disebut Jadi Penyedia MBG, Keluhan Telur Busuk Kerap Tak Digubris
Fakta-fakta Insiden Menu MBG di SD 171 Loka, dari Dinkes Akui Telur Busuk hingga Pejabat Jadi Penyedia
Mengapa Sering Turun Hujan Saat Imlek? Ini Filosofi dan Maknanya
Ini Sosok Syahruni Haris, Wakil Ketua DPRD yang Menarik Perhatian Usai Bantah Telur Busuk di MBG
Jam Kiamat Menunjukkan 89 Detik Lebih Dekat dengan Kehancuran, Beberapa Pertanda Ini Dianggap Masuk Akal
Heboh Kabar BLT Rp 5 Juta buat UMKM, Kementerian Pastikan Hoaks
Kemensos Pastikan Lansia dan Penyandang Disabilitas Tetap Prioritas Penerima Bansos, BLT Sedang Dibahas
Cara Menggunakan KIP Kuliah bagi Lulusan SNBT 2025, Simak Langkah-langkahnya!
Polres Bulukumba Kembali Gelar Yasinan dan Doa Bersama Awali Tugas Personel