Tetap Panas di Balik Gencatan
Meski ada jeda perang dagang, bukan berarti hubungan dua raksasa ekonomi ini sepenuhnya dingin. AS masih mengenakan tarif tambahan 30% pada barang impor dari China, membuat total tarif rata-rata menembus 50%.
China pun membalas dengan tarif 10% untuk semua barang dari AS, plus tarif tambahan hingga 15% untuk komoditas vital seperti kedelai dan energi.
Baca Juga: Polres Bulukumba Gencarkan Gerakan Pangan Murah, 6 Ton Beras SPHP Terjual
Sementara itu, Trump sukses menurunkan tarif dengan Uni Eropa dan Jepang, tetapi gagal bersepakat dengan India dan Brasil yang kini malah terkena tarif tinggi.
Gencatan senjata ini mungkin hanya jeda sebelum babak baru dimulai. November 2025 bisa jadi titik balik—apakah perdamaian akan berlanjut atau perang dagang kembali memanas? Dunia pun menunggu. (*)
Artikel Terkait
Mengenali Jenis dan Kode Kecepatan Ban untuk Keamanan Berkendara
Strategi Oscar Darmawan: Investasi Bitcoin untuk Keamanan Jangka Panjang
Budi Gunawan Pantau Penyelesaian Kasus Kematian Prada Lucky Namo, Singgung soal Kehormatan Prajurit
HUT RI ke-80 Desa Tamalanrea Dibuka, Hadirkan Volly Ball Cup IV dan Pacuan Kuda
Bupati Andi Ina Apresiasi Petani Desa Gattareng, Hasil Panen Melimpah Tahun Ini
Bupati dan Wabup Sinjai Lepas Panen Perdana Semangka Non Biji, Babak Baru Ketahanan Pangan
Wagub Sulsel Dampingi Kunker Komisi IV DPR RI ke Bulog Makassar, Pastikan Stok Beras Aman
Gubernur Sulsel Ungkap Penyebab Penghambat Pegawai Bersaing Lewat Lelang Jabatan