“Kami melihat angin berkecepatan 70 mil per jam malam itu dan ketika saya mengetahui lokasi asal mula kebakaran, saya tahu kalau akhirnya tidak akan baik-baik saja,” kata McGregor.
Berusaha tidak membuat panik dengan postingan yang ia tulis di grup
Salah satu cara yang ia lakukan adalah dengan menuliskan informasi kepada warga Altadena tanpa memberikan rasa panik dan ketakutan.
“Nah, pekerjaan yang sulit di sini bukanlah berdiri di tengah jalan pada pukul 18.30 malam lalu menyuruh semua orang keluar karena gunung di belakang terbakar,” ujarnya.
Baca Juga: Jaksa Kembalikan Berkas Perkara Uang Palsu UIN
“Tugas yang sulit adalah menghabiskan waktu tiga tahun untuk membangun kepercayaan di komunitas ini, sehingga ketika saya membuat perkiraan, orang-orang bisa yakin bahwa perkiraan itu akan menjadi kenyataan,” imbuhnya.
“Ketika kondisinya tepat, saya membutuhkan orang untuk mendengar kata-kata saya, ketika saya mengatakan lari dan saya berharap mereka akan lari,” pungkasnya. (*)
Artikel Terkait
ASN Bantaeng Belum Terima Gaji, Dimana Pj Bupati Bantaeng?
Gara-gara Teknologi Baru, 4.151 ASN Bantaeng 15 Hari Tidak Terima Gaji
Ramai Soal Pj Gubernur Jakarta yang Bolehkan ASN Poligami, Mendagri: Saya akan Tanya
Gugat Cerai, Gonjang-ganjing Rumah Tangga Sherina dan Baskara Sudah Ramai Jadi Perbincangan Sejak Tahun Lalu
Istri Nanang Gimbal Datangi Keluarga Almarhum Sandy Meski Tak Dapat Maaf, Terungkap Ternyata Dulu Jadi Mak Comblang Sandy
Perusahaan Ini Dituntut Kelompok Warga Altadena, Diduga Penyebab Kebakaran Hebat di Los Angeles
DPRD-DPD RI Desak Rencana Pemekaran Kabupaten Bone Selatan Kembali Dilanjutkan