Salah satu petugas loket bernama Taufan yang menyaksikan kejadian, menuturkan kronologis penganiayaan. Menurutnya, Prof NA mendatangi petugas loket, dengan nada emosi mengatakan bahwa tempat tersebut dibuat olehnya, dan tidak pernah ada pembayaran ketika akan masuk lokasi wisata tersebut.
Baca Juga: Dugaan Pelanggaran, Bawaslu Bulukumba Rekomendasikan 4 ASN ke BKN, 1 Kadus ke Pjs Bupati
"Itu awalnya. Massanya sudah ada di depan loket, mau masuk tapi ditahan. Kemudian salah satu dari massa pendukung bertanya kenapa tidak bisa masuk? Saya tanya, ada acara apa, kenapa tiba-tiba ada rombongan? Kalau mau masuk harus membayar retribusi sesuai peraturan," katanya.
Prof Nurdin Abdullah yang turun dari mobil dan berjalan kaki ke loket, sudah tampak emosi dan menanyakan perihal massanya yang ditahan masuk.
"Saat Pak Prof Nurdin turun dari mobil dan jalan kaki ke loket, saya lihat mukanya sudah emosi. Sampai di loket dia bilang, ada apa ini? Kenapa ditahan? Kenapa ditahan semua itu massaku? Saya yang punya ini Marina, saya yang bangun. Sampai dia sebut-sebut Pak Ilham. Dia sebut, itu Pak Ilham (petahana Bupati Ilham Azikin) bosmu kerjanya cuma menikmati saja, cuma memetik. Saya yang membangun ini," papar Taufan.
Baca Juga: HUT TNI ke-79, TNI Dituntut Kedepankan Kepentingan Rakyat
Taufan menjelaskan, dia sempat dicekik oleh beberapa orang, untungnya dia mampu meloloskan diri dari tindakan kekerasan itu.
"Mungkin karena emosi tersulut kata-katanya Pak Nurdin, saya dicekik dan mau dipukul oleh beberapa orang. Tapi untungnya saya bisa menghindar. Saya bisa lolos, tapi ada temanku yang di loket, ini mi yang dipukul pelipisnya sama massa. Untung ada petugas keamanan tentara yang cepat melerai," tambahnya.
Saat terjadi pemukulan, Prof NA yang berada di lokasi tidak berusaha melerai.
Baca Juga: Hadiri Upacara HUT TNI Ke-79, Kapolres Bulukumba: TNI Semakin Profesional dan Modern
"Setelah marah-marah Pak Prof Nurdin berdiri di belakang loket. Sampai kita dipukul itu, Pak Prof hanya melihat dan tidak melerai, padahal jaraknya kurang lebih hanya satu meter dari teman yang dipukul," ungkapnya.(*)
Artikel Terkait
Tiga Tahun Hanya Dapat Janji Harapan Soal Air dan Perbaikan Ekonomi, Warga Bontobahari Pilih Dukung JADIMI
Bawaslu Bulukumba Ingatkan Paslon Untuk Tidak Kampanye di Tempat Ibadah
Pertumbuhan Ekonomi Selalu Terbaik di Sulsel, Ilham Azikin: Yang Sebut Bantaeng Mati Suri, Subhanallah!
Jaga Kondusifitas Jelang Pilkada, Pj Bupati Bantaeng Silaturrahmi Dengan Para Paslon Bupati-Wabup
Tokoh Masyarakat Banyorang Ceritakan Peran Ilham Azikin Lindungi Petani
Menutup Mata dan Telinga dengan Himbauan, Bawaslu Bulukumba 'Takut' Bertindak Tegas?
Kendaraan Nunggak Pajak Tak Dapat Barcode Isi BBM Subsidi
Warga Tombolo Meriahkan Kampanye IAKAN, Tokoh Masyarakat: Lihat Betapa Bahagianya Pendukung Ilham Azikin