Bissu adalah gender yang mewakili seluruh spektrum gender di suku bugis.
Bissu dipandang tidak berada ditengah-tengah antara laki-laki dan perempuan, melainkan mewujudkan kekuatan keduanya sekaligus.
Bissu dianggap oleh masyarakat bugis sebagao orang suci serta memiliki kedudukan yang penting.
Bissu mengawasi adat bugis, bahkan sesama bissu memiliki bahasa khusus untuk berkomunikasi.
Di masa kerajaan, bissu tidak pernah terpisahkan dalam setia ritual-ritual besar yang disakralkan.
Bahkan setelah raja-raja memeluk agama islam, bissu tetap dianggap sebagai kelompok yang memahami protokoler kerajaan pada masa lampau.
Itulah lima keragaman gender pada masyarakat suku bugis yang ada di Sulsel.
Jangan sampai keragaman ini mendapatkan diskriminasi ya.(*)
Artikel Terkait
Tradisi Unik Suku Toraja: Senandung Magis Tanah Orang-Orang yang Berdiam di Negeri Atas
4 Suku Asli di Sulsel! Jusuf Kalla Mantan Wakil Presiden Indonesia Termasuk Salah Satu Keturunan Tersebut
Bukan Hanya Andi dan Daeng, Suku Bugis-Makassar Sulawesi Selatan Ternyata Memiliki 13 Gelar Bangsawan
"Andi" Bukanlah Gelar Kebangsawan Murni Dari Suku Bugis-Makassar. Pakar Sejarah: Warisan Belanda
Apa Sih Makna "Uang Panai" dalam Pernikahan Suku Bugis-Makassar ? Nilainya Tembus Hingga Miliaran
'Sigajang Laleng Lipa' Tradisi Berdarah Suku di Sulawesi Selatan: Duel Maut Masyarakat Bugis-Makassar
Terkuak, Ternyata Harta Karun Milik Soekarno Benar Ada, Dijaga Oleh Suku Asli dan Harimau Besar
Pakaian Hitam di Hari Jadi Bulukumba ke-64 Tahun, Identitas Budaya Suku Kajang yang Terus Dijaga