Ia mengatakan bahwa korupsi Indonesia berdampak pada turunnya investasi. Di mana saat ini, investasi Asia tenggara lebih banyak mengarah ke Vietnam dan Myanmar.
Menurutnya tanpa investasi, ekonomi akan terseok-seok. Termasuk Bulukumba, yang harus dipikirkan bersama.
"Tanpa kita sama-sama, Bulukumba tak akan maju, meski dengan program berkualitas sekalipun. Kita "sesak nafas" kalau kurang investasi," kata Muchtar Ali Yusuf.
Bupati berlatar pengusaha ini, menyinggung pentingnya membuat program dengan by-kajian. Dengan demikian, dibutuhkan Litbang sebagai instrumen dalam memberikan referensi.
"Jika ada hasil riset Litbang apa-apa yang harus kita kerjakan, maka uang kita akan tepat sasaran," jelasnya.
Sementara, Sekretaris Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Bulukumba Arsul Sani mengapresiasi sosialisasi tersebut. Apalagi katanya, desa mengelola anggaran yang cukup besar.
"Memang sangat penting adanya sosialisasi anti korupsi. Dana di desa kan lumayan besar. Jadi sangat rawan," kata Kepala Desa Tamatto Kecamatan Ujung Loe, tiga periode tersebut.(*)
Artikel Terkait
SYL Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Korupsi di Kementan. Kapolri Bongkar Sosok Pelapor
Tiga Terdakwa Korupsi UPPO Bulukumba Divonis Bebas oleh Pengadilan Tipikor Makassar
Korupsi Pengadaan Sapi dan Hortikultura di Kementan Diselidiki KPK
Bukan Ketua DPC, Tapi Sosok Ini Dipilih Sebagai Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Gibran di Kabupaten Bulukumba
MA Kabulkan Kasasi Jaksa soal Kasus Korupsi Pengadaan Kapal, H Muhammad Sabir Dinyatakan Bersalah
DPRD Bulukumba Sebut Banyak Kadis Malas Ikut Rapat Banggar, Pembahasan Terhambat
Selain Masuk Katagori Politik Uang dan Potensi Keterlibatan ASN Tertinggi, Bawaslu Bulukumba Juga Terima Predikat Ini
Anggota DPRD Bulukumba Dikabarkan Dijebloskan ke Penjara Usai MA Kabulkan Kasasi Jaksa