"Saya tidak membenarkan, saya tidak membela orang-orang yang mengambil rendang itu. Tapi, sangat disayangkan hanya karena konten, Willie Salim tega membuat narasi seolah-olah Kota Palembang adalah kota yang rakus dan tamak sehingga banyak yang membully," ungkapnya.
Kontroversi ini memicu perdebatan di media sosial, dengan banyak warganet yang menyayangkan konten Willie Salim karena dinilai merugikan citra Kota Palembang.(*)
Artikel Terkait
Legenda dan Filosofi Pisang Ijo, Takjil Incaran Buka Puasa di Sulsel: Juru Masak yang Hampir Dihukum Mati
Lomba Masak Antar Prodi dan Fakultas jadi Rangkaian Milad UM Bulukumba ke-5, Wujud Membangun Sinergitas
Review Negatif Hantam UMKM Ci Mehong, Desak Pemerintah Buat Aturan Food Vlogger!
Mentan Amran dan Wamentan Sudaryono Operasi Pasar di Palembang, Ramadan Tenang
Codeblu Tersandung Skandal Kue Berjamur: Karir Food Vlogger di Ujung Tanduk?
Codeblu Dari Food Vlogger Kontroversial Jadi Tersangka Pemerasan? Chef Haryo Pramoe: Pelanggaran Kode Etik!
Drama Rendang 200 Kg: Willie Salim Minta Maaf Usai Aksi Masak Besarnya di Palembang Berakhir Ricuh
Tanggapi Konten Willie Salim tentang 200 Kg Rendang yang Hilang, Chef Arnold: Masa Percaya 200 Kg Daging Buat Masak Rendang dalam 3 Jam?