Sulawesinetwork.com - Konten kreator Willie Salim tengah menjadi sorotan tajam setelah aksinya memasak rendang 200 kg di Palembang menuai kontroversi.
Klaimnya yang menyebutkan rendang tersebut ludes saat ia pergi ke toilet, dibantah keras oleh konten kreator lokal, Rendy Aditiya.
Rendy, melalui akun Instagram @rondoot, mengungkapkan fakta berbeda yang ia peroleh dari Kanit Binmas Polsek Ilir Barat I, Iptu Rino Ardiansyah.
Baca Juga: Polemik Gaji Staf SPPG: Ketua BGN Akui Sempat Ingin Talangi Dana Pribadi
Menurut Rendy, Willie Salim tidak pergi ke toilet, melainkan ke mobil, dan menghabiskan waktu sekitar 30 menit, bukan 10 menit seperti yang diklaim.
Selain itu, Rendy juga mengoreksi jumlah personel keamanan yang disebutkan Willie.
Ia menegaskan bahwa ada 7 personel polisi yang bertugas, bukan jumlah yang disebutkan dalam video.
Baca Juga: OCBC: Inovasi Digital, Keberlanjutan, dan Pemberdayaan Masyarakat dalam RUPST 2025
Kontroversi semakin memanas ketika Rendy menyoroti judul konten Willie Salim yang menyebut acara masak rendang tersebut sebagai "Bukber Bersama di Palembang".
Rendy mengungkapkan bahwa rendang baru mulai dimasak pukul 19.00 WIB, setelah waktu berbuka puasa, sehingga tidak sesuai dengan klaim tersebut.
"Tujuan Willie Salim datang ke Palembang, judulnya 'Bukber Bersama di Palembang', tapi kenyataannya tidak. Kenapa tidak? Willie Salim datang jam 05.30 WIB ke Benteng Kuto Besak, es durian mulai dimasak jam 18.00 WIB sore, rendang baru mulai dimasak jam 19.00 WIB. Artinya, ini bukan untuk menu buka puasa," tegas Rendy.
Baca Juga: Salman Patongai Berpulang, Bupati Andi Utta Kenang Janji Buka Puasa Bersama yang Tak Terlaksana
Meskipun Rendy tidak membenarkan tindakan warga yang mengambil rendang sebelum waktunya, ia menyayangkan narasi yang dibangun Willie Salim.
Menurutnya, konten tersebut telah menciptakan stigma negatif terhadap warga Palembang.
Artikel Terkait
Legenda dan Filosofi Pisang Ijo, Takjil Incaran Buka Puasa di Sulsel: Juru Masak yang Hampir Dihukum Mati
Lomba Masak Antar Prodi dan Fakultas jadi Rangkaian Milad UM Bulukumba ke-5, Wujud Membangun Sinergitas
Review Negatif Hantam UMKM Ci Mehong, Desak Pemerintah Buat Aturan Food Vlogger!
Mentan Amran dan Wamentan Sudaryono Operasi Pasar di Palembang, Ramadan Tenang
Codeblu Tersandung Skandal Kue Berjamur: Karir Food Vlogger di Ujung Tanduk?
Codeblu Dari Food Vlogger Kontroversial Jadi Tersangka Pemerasan? Chef Haryo Pramoe: Pelanggaran Kode Etik!
Drama Rendang 200 Kg: Willie Salim Minta Maaf Usai Aksi Masak Besarnya di Palembang Berakhir Ricuh
Tanggapi Konten Willie Salim tentang 200 Kg Rendang yang Hilang, Chef Arnold: Masa Percaya 200 Kg Daging Buat Masak Rendang dalam 3 Jam?