Ia termasuk pahlawan wanita yang ikut berperang melawan Belanda dan Jepang. Pada 1943, ia ikut merintis Fujinkai di Mandar sebagai organisasi gerakan wanita.
Tidak hanya pada masa penjajahan, saat Indonesia baru saja merdeka pada 1945, Andi Depu dengan sergap menyebarkan berita proklamasi ke seluruh wilayah Mandar.
Pada 8 November 2018, berkat jasa-jasanya bagi bangsa Indonesia, Andi Depu dianugerahi gelar pahlawan nasional melalui Keputusan Presiden RI Nomor 123/TK/2018.
16. Ratu Kalinyamat
Sebelum wacana kesetaraan mengemuka di era modern, di Jawa telah muncul seorang perempuan yang menjadi pejabat publik di abad keenam belas.
Ialah Ratu Kalinyamat atau Retna Kencana yang berkuasa di wilayah Kalinyamat (1550-1579), satu daerah merdeka di Jawa Madura pada zaman itu, selain Cirebon, Banten, Jayakarta, Prawata, Pajang, Kedu, dan Madura.
Nama Ratu Kalinyamat melambung dalam dunia perpolitikan. Selain cara memimpinnya, sosoknya dikenal juga karena hal lain, yakni karena sosok perempuan yang masih jarang menjadi pemimpin politik, dan wilayahnya yang strategis. (*)
Artikel Terkait
Beraksi Bagaikan Pahlawan Bela Keluarga, Remaja Pelaku Pembusuran di Bulukumba Diamankan Polisi
Histori Nama Kabupaten Luwu, Asal Mula Munculnya Peradabatan di Sulawesi Selatan
Tembakau Tradsional Bulukumba-Sinjai Punya Kualitas Bersaing, Butuh Perhatian Pemerintah
Ternyata Kain Tenun Sutra Wajo Miliki Kualitas Tinggi dengan Motif yang Filosofis, Masuk dalam Wilayah Wacana Pemekaran Bugis Timur
Ternyata Ini Daerah Penghasil Buah Alpukat Terbesar di Sulsel, Bantaeng dan Bulukumba Masuk Katagori
Yuk Coba Cara Unik Makan Semangka, Di Panggang Atau Goreng?
Pimpin Hari Ibu, Herfida Muchtar Pimpin Ziarah Makam Pahlawan dan Anjangsana
Tragedi Tungku Meledak Merenggut Nyawa Pekerja di Morowali. Lalu Apa Sebenarnya Tungku Smelter itu?
Terkuak, Ternyata Harta Karun Milik Soekarno Benar Ada, Dijaga Oleh Suku Asli dan Harimau Besar