Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, memandang berdekatan atau bertepatannya momen-momen suci ini sebagai sebuah rahmat bagi bangsa Indonesia.
Ia menekankan bahwa ini adalah waktu terbaik untuk memperkuat persaudaraan sebangsa.
"Esensi puasa, baik di bulan Ramadan maupun masa Prapaskah, adalah pengendalian diri dan empati. Ini adalah momentum bagi kita untuk memperkuat Ukhuwah Wathaniyah," ujar Nasaruddin Umar di Jakarta (17/2/2026).
Fenomena hari raya 2026 ini bukan sekadar urusan perhitungan tanggal, melainkan pengingat bagi masyarakat dunia, khususnya Indonesia, bahwa perbedaan tradisi dapat berjalan beriringan dan menciptakan harmoni yang indah dalam keberagaman.(*)
Artikel Terkait
Hadiri Perayaan Imlek Kadin, Prabowo: Saya akan Lindungi Semua Agama dan Etnis
Gelar Kampanye Akbar Pamungkas Bertepatan dengan Imlek, TKN Prabowo Gibran Meminta Maaf pada Warga Tionghoa
Sejarah Perayaan Imlek yang Ternyata Hanya Terjadi di Indonesia, karena Terjadinya Diskriminasi
Mengapa Sering Turun Hujan Saat Imlek? Ini Filosofi dan Maknanya
Gong Xi Fa Cai! Momen Perayaan Artis Indo di Imlek 2025: Ada Mantan Pemain Garuda hingga Eks Personel Cherrybelle
Keramaian Libur Imlek 2025, Cerminkan Fenomena 'Lipstick Effect': Daya Beli Lesu tapi Banyak yang Liburan
Anak-anak Sidoarjo Antusias Jabat Tangan Prabowo: "Gemoy! Momen Langka!"
Momen Langka Penuh Kehangatan, Putra-Putri Presiden RI Bersatu di Perayaan Ulang Tahun Didit Prabowo
Berkat Perhatian Prabowo, Chelsea Pengidap Kelainan Tulang Langka Kini Bersekolah di SD Negeri
Jelang Ramadan 2026, Siswa Muslim Dapat Makanan Kering hingga Pembagian Khusus pada Pondok Pesantren
Menyelaraskan Tradisi dan Modernitas: Shopee Hadirkan Cerita Ramadan Masa Kini Melalui Big Ramadan Sale 2026
Adira Expo Berkah Ramadan Hadir di RCC Bulukumba, Banyak Promo Kredit dan Umrah Gratis