Sulawesinetwork.com – Industri jasa keuangan non-bank nasional tengah bersiap menghadapi transformasi besar.
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara resmi memetakan rencana konsolidasi besar-besaran terhadap 15 perusahaan asuransi milik negara menjadi hanya tiga entitas utama.
Langkah berani ini diambil untuk mengakhiri fragmentasi industri dan membangun struktur permodalan yang lebih kokoh guna bersaing di level global.
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa penyederhanaan ini bertujuan untuk menciptakan fokus bisnis yang lebih tajam melalui pembagian lini usaha yang jelas.
“Asuransi dari 15 akan menjadi 3. Kita akan punya satu life insurance (asuransi jiwa), satu general insurance (asuransi umum), dan satu credit insurance (asuransi kredit),” jelas Dony dalam forum ekonomi di Jakarta, Rabu (11/2).
Rencana ini diproyeksikan dapat meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan serta memperkuat kapasitas underwriting, kemampuan perusahaan dalam menanggung risiko nasabah dengan dukungan modal yang lebih besar.
Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Budi Herawan, menyambut positif rencana tersebut sebagai langkah strategis pemegang saham.
Menurutnya, konsolidasi adalah instrumen efektif untuk memperbaiki tata kelola dan manajemen risiko di tubuh perusahaan pelat merah.
"Apabila dirancang dengan baik, langkah tersebut dapat menjadi bagian dari penguatan fondasi industri," ujar Budi.
Baca Juga: Polemik Wakaf Al-Quran: Taqy Malik Tantang Randy Permana Tabayyun Usai Tudingan 'Mark Up' Harga
Ia menambahkan bahwa perampingan ini akan membantu perusahaan asuransi BUMN memiliki kapasitas penjaminan yang lebih besar dan efisien.
Upaya konsolidasi ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari penguatan ekosistem Indonesia Financial Group (IFG) yang telah dibentuk sejak Maret 2020.