Sebagai holding asuransi, penjaminan, dan investasi, IFG saat ini menaungi nama-nama besar seperti:
- PT Jasa Raharja: Fokus pada perlindungan kecelakaan lalu lintas.
- PT Jamkrindo & PT Askrindo: Mandat penjaminan kredit UMKM.
- Jasindo: Fokus pada asuransi umum.
Integrasi di bawah bendera Danantara diharapkan dapat menghilangkan persaingan tidak sehat antarsesama perusahaan BUMN serta memicu inovasi produk yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Transformasi ini bukan sekadar pengurangan jumlah logo atau nama perusahaan, melainkan upaya menciptakan industri yang berkelanjutan.
Dengan jumlah pemain yang lebih sedikit namun memiliki modal raksasa, asuransi BUMN diharapkan mampu menjadi pilar stabilitas sistem keuangan nasional di tengah ketidakpastian lanskap ekonomi global.
Proses konsolidasi ini dipastikan akan berjalan secara terkoordinasi dengan regulator guna menjamin perlindungan konsumen dan menjaga kepercayaan publik terhadap industri asuransi tanah air.(*)
Artikel Terkait
OJK Buka Suara Soal Danantara di Bank BUMN: Jaga Kredibilitas dan Dorong Pendalaman Pasar!
Kementerian BUMN 'Naik Kelas' UMKM: Wujudkan Ekonomi Berkelanjutan, Sesuai Visi Presiden Prabowo!
Tom Lembong Buka Suara di Sidang Korupsi Gula: Klaim BUMN Tak Rugi, Hanya Satu Importir Swasta yang Merana!
DPR Ngadu ke Menteri BUMN, Sebut Telkomsel 'Kejam' karena Hanguskan Sisa Kuota
Karyawan BUMN Garda Terdepan Citra Perusahaan di Era Digital: IFG Dorong Peran Krusial dalam 'Workshop Komunikasi BUMN'
Perkuat Narasi BUMN, Kementerian BUMN Dorong Revolusi Komunikasi Digital dengan AI dan Peran Karyawan
Relawan Bhakti BUMN 2025: IFG Bersama Anggota Holding Hadirkan Bakti Nyata untuk Masyarakat Maros
Rekam Jejak Dony Oskaria yang Ditunjuk Jadi Plt Menteri BUMN, Terungkap Punya Kekayaan Rp33,5 Miliar
Mensesneg Singgung soal Kemungkinan Kementerian BUMN Dilebur ke Danantara
Presiden Kirim Menteri Bahas BUMN ke DPR, Isu Melebur dengan Danantara Makin Jelas?