- meningkatkan kesejahteraan ASN,
- mendukung mobilitas talenta,
- memperkuat sistem merit dalam manajemen ASN,
- serta mengoptimalkan efisiensi birokrasi.
Meski disebut sebagai transformasi kesejahteraan, kebijakan ini juga dinilai sebagai upaya efisiensi anggaran.
Sistem lama yang terdiri atas banyak komponen tunjangan kerap menimbulkan disparitas, bahkan dianggap tidak transparan.
Baca Juga: Sorotan Khusus: Budaya Kerja yang Sehat Dinilai Bisa Melipatgandakan Kinerja Bisnis Baru di 2025
Dengan penggajian tunggal, pemerintah berharap sistem lebih sederhana, adil, dan mendorong kinerja ASN.
Namun, implementasinya diperkirakan memerlukan adaptasi, terutama bagi ASN yang terbiasa dengan struktur gaji lama. (*)
Artikel Terkait
Cegah Kriminalitas Malam Hari, Polsek Ujung Bulu Intensifkan Patroli KRYD
Terbongkar karena Suara Speaker Persidangan, Pratama Arhan dan Azizah Salsha Diduga Jalani Proses Cerai
Fokus pada Konsistensi, Bukan Modal Besar Jadi Langkah Awal Investasi Saham di 2025
Stok Beras Pemerintah Capai 3,91 Juta Ton, Bulog Siap Distribusikan untuk Bantuan Pangan Masyarakat
Tidak Ada Penyanderaan, Polisi Redam Aksi Protes Nelayan Situbaru Bulukumba dengan Baik
Dorong Tata Kelola Data, 3 OPD Terima Penghargaan Penyelenggaraan Satu Data Indonesia dari Pemkab Bulukumba
Gubernur Sulsel Minta PT Vale Bertanggungjawab atas Kebocoran Pipa di Luwu Timur