"2 kilometer," jawab Fikri lugas saat ditanya mengenai jarak aman untuk paparan suara setinggi itu.
Baca Juga: Skandal KM Barcelona V: DPR Pertanyakan Beda Manifest 300 Penumpang, Curiga Ada Kesengajaan!
Pernyataan ini sontak menambah dimensi baru dalam diskusi publik mengenai sound horeg, khususnya dari aspek kesehatan dan keselamatan pendengaran bagi masyarakat yang tidak terlibat langsung dalam pertunjukan.
Diskursus kini berlanjut, melibatkan penikmat hiburan, para pelaku seni sound horeg, dan pihak berwenang, dalam upaya mencari titik temu yang dapat mengakomodasi budaya hiburan tanpa mengorbankan kenyamanan dan kesehatan publik.
Tantangan besar ada pada bagaimana menyeimbangkan kegemaran akan suara keras dengan hak warga atas lingkungan yang aman dan sehat.(*)
Artikel Terkait
Makin Banyak Korban Berani Bicara, Polisi Buka Posko Pengaduan Dugaan Pelecehan Seksual Dokter Kandungan di Garut
SHOCKING! Korban Dokter Kandungan Garut Meluas, Perawat dan Bidan Ikut Buka Suara
VIRAL! Dokter Kandungan di Garut Terciduk CCTV Lakukan Pelecehan Saat USG, Korban Bertambah Jadi 2
TERUNGKAP! Klinik Akui Terima Keluhan Pasien Soal Dokter Kandungan Cabul, Pelaku Sudah Angkat Kaki
Ironi Dokter Kandungan: Profesi Dekat Wanita, Mengapa Justru Didominasi Pria?
Kronologi Skandal Dokter PPDS UI Intip Mahasiswi Mandi: Sempat Panjat Plafon, Rekam Korban Lewat Lubang Angin
Dokter PPDS UI Akui Khilaf Rekam Mahasiswi Mandi: Manfaatkan Lubang Angin Kos Korban
Menkes Budi Gunadi Bongkar Praktik Nakal Dokter Anestesi: Tinggalkan Pasien Tertidur di Ruang Bedah, Bahaya!
Menkes Budi Ungkap Fakta Pahit Pendidikan Dokter Spesialis: Hanya untuk 'Anak Orang Kaya'
Kadinkes Palopo Soroti Dugaan Pelecehan Pasien oleh Dokter, Janji Beri Sanksi Tegas Jika Terbukti