Mengunjungi makam Buyut Lebai membawa kita kembali ke masa lampau, merasakan semangat juang para ulama yang menanamkan benih-benih keimanan di tanah yang kaya akan keberagaman.
2. Makam Ustaz Ali Bafaqih: Sang Pendiri Pesantren dan Wali Pitu
Baca Juga: TP PKK Barru Tegaskan Komitmen Ganda: Jaga Lingkungan dan Percepat Penurunan Stunting
Bergeser ke sisi barat Kampung Loloan, tepatnya di Jalan Nangka No. 145, Desa Loloan Barat, berdiri megah Pondok Pesantren Syamsul Huda.
Di sinilah bersemayam jasad mulia Habib Ali bin Umar bin Abu Bakar Bafaqih, seorang ulama karismatik yang lahir di Banyuwangi pada 1 Januari 1882 dan wafat di usia 117 tahun, pada 22 Februari 1999 silam.
Habib Ali tak hanya dikenal sebagai penyebar Islam yang gigih, tetapi juga sebagai pendiri Pondok Pesantren Syamsul Huda pada tahun 1935.
Keilmuan dan dedikasinya yang luar biasa menempatkan beliau dalam jajaran "Wali Pitu" atau tujuh wali yang dihormati memiliki kedudukan spiritual tinggi di Bali.
Ziarah ke makam beliau adalah kesempatan untuk merenungi keteguhan dan dedikasi seorang ulama dalam membangun peradaban Islam.
Destinasi Wisata Religi yang Memperkaya Jiwa
Baca Juga: AS Untung Besar! Ini 3 Keuntungan Kunci dari Kesepakatan Dagang dengan Indonesia
Makam-makam ini tidak hanya menyimpan nilai spiritual yang mendalam, tetapi juga telah dikelola dengan baik sebagai objek wisata religi.
Di sekitar area makam, Anda dapat menemukan rumah panggung tradisional dan mencicipi berbagai jajanan lokal yang akan memperkaya pengalaman ziarah Anda.
Yang menarik, tidak ada tiket masuk yang dipatok, cukup dengan donasi sukarela dari para pengunjung. Ini menunjukkan kearifan lokal dalam menjaga keberlangsungan situs bersejarah ini.
Artikel Terkait
Dari PhD Jepang ke Parlemen Lokal: Jejak Intelektual Dan Pengabdian Doktor Supriadi
1 Juni: Mengenang Jejak 9 Tokoh Perumus Pancasila, Pilar Ideologi Bangsa
Hari Lahir Pancasila: Menelusuri Jejak Sejarah 1 Juni 1945
Melacak Jejak Sejarah Garuda Pancasila: Simbol Kejayaan Bangsa
Jejak Taipan Indonesia di Lapangan Hijau Global: Ini Dia 8 Klub Luar Negeri Milik Pengusaha Tanah Air
Hamdan ATT Tutup Usia: Mengenang Jejak Emas Sang Legenda Dangdut Indonesia
Rekam Jejak Calon Dubes Dinilai 'Kelas Berat', Komisi I DPR Apresiasi Kualitas Para Kandidat
Warna-Warni Edukasi Hiasi SDN 195 Inpres Sabila Mallawa, Jejak Abadi KKN UNM
Jejak Diplomasi Prabowo di Eropa: Dari Istana Raja Belgia Hingga Perayaan Bastille Day!
Puri Agung Negara: Menjelajahi Jejak Kerajaan Jembrana di Balik Pesona Arsitektur Kolonial Belanda