Namun, swasembada ini bukan sekadar "hadiah" dari langit. Ini adalah hasil kerja keras Amran yang tak kenal lelah. Ia menaikkan harga gabah menjadi Rp6.500 per kg untuk melindungi petani dari kerugian, menyiapkan anggaran irigasi sebesar Rp176 triliun untuk masa depan, dan memastikan pompanisasi mengairi satu juta hektar lahan di tengah ancaman El Niño 2024.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) pun berbicara. Produksi padi Januari-April 2025 mencapai 24,22 juta ton gabah kering giling (GKG), setara 13,95 juta ton beras, rekor tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.
Stok beras di gudang Bulog mencapai 3,2 juta ton, level tertinggi dalam 23 tahun, bahkan mungkin sejak Indonesia merdeka.
Baca Juga: KPK Bongkar Kecurangan Akreditasi Sekolah! Mendikdasmen Gercep Lakukan Penelusuran
Di pagi yang penuh keajaiban itu, para tamu yang hadir merasakan getaran keberhasilan Amran. Ini bukan sekadar angka-angka statistik, melainkan kisah nyata tentang harapan yang terwujud.
Amran, dengan 91 juta petani di bawah kepemimpinannya dan posisinya sebagai tokoh Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin, bukan sekadar menteri biasa.
Ia adalah sosok yang mampu mengubah wajah pertanian Indonesia, dari pelantikan di usia 55 hingga swasembada di usia 57, layaknya kisah Yusuf dalam Al-Qur'an.
Baca Juga: Gebrakan Kemenkop! 80 Kopdes Merah Putih Percontohan Segera Diresmikan di Seluruh Indonesia
Ketika kajian berakhir, Ustadz Adi Hidayat memimpin doa, melantunkan doa Nabi Yusuf: "Wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah aku dengan orang-orang saleh." Amin yang menggema di ruangan itu, dari Amran yang khusyuk hingga para sahabat yang terharu, menandai pagi itu sebagai momen yang penuh makna.
Pulang dari perayaan itu, satu hal yang terpatri dalam benak: kisah Amran bukan sekadar "cocokologi", melainkan bukti nyata bahwa amanah yang dijalankan dengan hati dan ilmu mampu mengubah nasib sebuah bangsa.
Dan di usia 57 tahun, Amran telah menuliskan babak baru dalam sejarah pertanian Indonesia, sebuah babak yang penuh dengan keajaiban dan harapan. (*)
Artikel Terkait
Detik-Detik Mencekam di Perairan Bira: Sambaran Petir Hantam Speed Boat, Polisi Sigap Selamatkan Enam Wisatawan
Malam Spektakuler! Ratusan Motor Kawal Bupati Husniah Luncurkan Gowa Aman 'Masannang'
Terobosan di Bulukumba, Sekda Resmikan Kincir Air Inovatif, Ratusan Kepala Keluarga Kini Tersenyum
Geger Seorang Ibu Lapor Anaknya Diculik Ternyata Hanya Rekayasa, Ini Motifnya
Lisa Mariana Minta Bayaran Rp150 Juta Sekali Podcast, Pablo Benua: Artis Kelas Apa?
Bunda Iffet Meninggal Dunia di Usia 87 Tahun, Sosok ‘Penyelamat’ Slank dari Jeratan Narkoba
Armand Maulana Ikut Berduka Bunda Iffet Meninggal Dunia, Bagikan Cerita Dukungan yang Diberikan pada GIGI: Pengganti Ibu Saya
Bimbim Slank Ungkap Kronologi Meninggalnya Bunda Iffet, Sempat Masuk ICU dan Ngotot Minta Pulang ke Rumah