Pakar ekonomi menilai keputusan Google untuk mengakuisisi Wiz bukan sekadar langkah bisnis biasa, tetapi juga bentuk “bailout” terselubung bagi ekonomi Israel.
Moody’s, lembaga pemeringkat kredit internasional, sebelumnya telah menurunkan peringkat kredit Israel akibat ketidakstabilan geopolitik dan melemahnya sektor teknologi negara tersebut.
“Ketidakpastian terhadap prospek keamanan dan pertumbuhan ekonomi Israel dalam jangka panjang jauh lebih tinggi dari biasanya,” jelas Moody’s dalam laporannya mengutip sari Dropsitenews.
“Risiko terhadap sektor teknologi sangat relevan, mengingat perannya yang krusial dalam pertumbuhan ekonomi dan kontribusi pajak pemerintah,” ungkap Moody’s.
Langkah Google ini juga beriringan dengan ekspansi besar-besaran mereka di Israel, termasuk penyewaan 60.000 meter persegi ruang kantor di Tel Aviv dengan biaya $300 juta atau Rp5 miliar untuk dekade mendatang.
Dengan investasi besar ini, Google tidak hanya memperkuat posisinya di industri teknologi global tetapi juga menjadi pemain kunci dalam mendukung ekosistem ekonomi Israel, bahkan di tengah situasi geopolitik yang penuh tantangan.
Artikel Terkait
Nokia N75 Max: Gemparkan Pasar dengan Kamera 200MP dan Snapdragon 8 Gen 3!
Nokia X700 Pro Vs Nokia X800 Pro: Duel Flagship Gahar dengan Kamera 200MP
Deretan Perempuan Terkaya di Indonesia 2025: Siapa Saja Mereka?
Kecelakaan Maut Mobil Listrik Xiaomi SU7: Autopilot 116 Km/Jam, 3 Mahasiswi Tewas
Wamendagri Klaim Kebijakan WFA Efektif Atasi Kemacetan Mudik Lebaran 2025: Tahun Ini Rasanya Lebih Lancar
Polisi Perketat Pengamanan di Kawasan Wisata Pantai Bira, Pastikan Keamanan Pengunjung