Meski begitu, ia juga menekankan bahwa tidak semua pekerjaan bisa digantikan oleh AI.
Sebagai contoh, dalam bidang olahraga, Gates yakin bahwa manusia tetap akan lebih memilih menonton atlet sesungguhnya daripada melihat robot bersaing dalam pertandingan.
“Akan ada beberapa hal yang kita simpan untuk diri kita sendiri. Namun dalam hal memproduksi barang, menggerakkan sesuatu, dan menanam makanan, seiring waktu masalah tersebut akan terpecahkan,” kata Gates.
Dengan perkembangan AI yang semakin pesat, perubahan besar dalam dunia kerja tampaknya tak terelakkan.
Menurut perkiraan World Economic Forum (WEF), sebanyak 83 juta pekerjaan diprediksi akan hilang, sementara 69 juta jenis pekerjaan baru akan tercipta dalam lima tahun ke depan.
Hal ini menandakan bahwa meskipun AI membawa efisiensi dan aksesibilitas lebih besar, disrupsi di berbagai sektor industri pun tak dapat dihindari.
Artikel Terkait
Waspada! Modus Penipuan Bantuan Donasi Catut Nama Gubernur Andi Sudirman
Napi Korupsi Diganjar Remisi? Pakar: Tidak Pantas dan Tak Beri Efek Jera!
Nokia N75 Max: Gemparkan Pasar dengan Kamera 200MP dan Snapdragon 8 Gen 3!
Nokia X700 Pro Vs Nokia X800 Pro: Duel Flagship Gahar dengan Kamera 200MP
Deretan Perempuan Terkaya di Indonesia 2025: Siapa Saja Mereka?
Kecelakaan Maut Mobil Listrik Xiaomi SU7: Autopilot 116 Km/Jam, 3 Mahasiswi Tewas
Polisi Perketat Pengamanan di Kawasan Wisata Pantai Bira, Pastikan Keamanan Pengunjung