info-sulawesi

Soroti Insiden Lift dan Keselamatan Kerja, DPRD Minta RSUD Bulukumba Berbenah

Rabu, 3 Juni 2026 | 17:04 WIB
Komisi IV DPRD Bulukumba menggelar RDP bersama RSUD Andi Sultan Daeng Radja terkait insiden lift mati.

Pelaporan tertulis oleh kepala ruangan juga dinilai penting untuk mempercepat proses penanganan dan evaluasi.

Direktur RSUD Sultan Daeng Radja menjelaskan bahwa gangguan lift yang sempat terjadi diduga disebabkan adanya pasir pada pintu lift serta gangguan sistem grounding kabel. Pihak teknisi, kata dia, telah memberikan garansi perbaikan selama satu tahun.

Selain itu, rumah sakit telah melakukan pembimbingan kepada sejumlah petugas terkait penanganan gangguan lift, termasuk petugas keamanan.

Baca Juga: Bangun Ekosistem Investasi Agribisnis, Pinisi Citra Perseroda Gandeng FamFresh Dorong Bulukumba Jadi Pusat Ekonomi Baru

Ke depan, RSUD juga merencanakan pembangunan akses penghubung antara Gedung PJT dan Gedung C1 guna meningkatkan mobilitas di lingkungan rumah sakit.

Sementara itu, konsultan perencana menjelaskan bahwa fasilitas ramp sebenarnya telah masuk dalam desain awal pembangunan, namun pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

Dewan Pengawas RSUD menilai kejadian tersebut menjadi pelajaran penting bagi seluruh jajaran rumah sakit. Pelatihan bagi tenaga kesehatan, petugas keamanan, dan unsur pendukung lainnya dinilai perlu terus ditingkatkan agar siap menghadapi berbagai kondisi darurat.

Baca Juga: Untuk ke-11 Kalinya, Pemkab Bantaeng Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian

Anggota Komisi IV DPRD Bulukumba, dr. Sabriadi, turut mengusulkan penyediaan operator khusus untuk mendukung layanan pengangkutan pasien serta pemasangan kotak saran di setiap unit pelayanan sebagai sarana evaluasi kualitas pelayanan.

Komite K3RS menjelaskan bahwa insiden yang dialami tenaga kesehatan merupakan kategori kecelakaan kerja yang harus ditangani sesuai prosedur keselamatan kerja rumah sakit.

Dalam kasus terakhir, seorang perawat dilaporkan mengalami kecelakaan kerja akibat terpeleset di lantai yang basah karena kebocoran plafon saat menjalankan tugas pelayanan.

Baca Juga: Ditunjuk Kepala BGN Baru, Waka DPR: Nanik Banyak Melakukan Kerja-kerja Lapang

Sebagai hasil rapat, Komisi IV DPRD Bulukumba merekomendasikan agar setiap pembangunan fisik rumah sakit terlebih dahulu diekspose kepada seluruh pemangku kepentingan terkait.

DPRD juga mendorong percepatan pembangunan akses penghubung antar gedung sambil menunggu realisasi pembangunan ramp pada Perubahan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) Tahun 2026.

Selain itu, rumah sakit diminta memberikan pendampingan maksimal kepada tenaga medis yang mengalami kecelakaan kerja, menata kembali sistem pengelolaan parkir, serta memperkuat fungsi Satuan Pengawas Internal (SPI) guna meningkatkan efektivitas pengawasan dan tata kelola organisasi.

Halaman:

Tags

Terkini