info-sulawesi

Pemprov Sulsel Tekan Pengangguran, Strategi Vokasi dan Job Fair Jadi Andalan

Jumat, 3 April 2026 | 13:36 WIB
Sekda Sulsel Jufri Rahman (tengah)

Sulawesinetwork.com - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) memperkuat strategi penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) melalui pendekatan komprehensif berbasis data, pelatihan vokasi, dan kolaborasi lintas sektor.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, saat memaparkan kebijakan daerah kepada Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri RI dalam forum daring dari Rumah Jabatan Sekda Sulsel, Jalan Sultan Hasanuddin, Rabu, 1 April 2026.

Dalam pemaparannya, Jufri menjelaskan bahwa penurunan pengangguran menjadi salah satu fokus utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulsel 2025–2029, dengan penekanan pada peningkatan daya saing tenaga kerja dan pengurangan kesenjangan keterampilan dengan kebutuhan industri.

Baca Juga: Pemprov Sulsel Bahas WFH Jumat, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Optimal

“Hal ini menunjukkan perlunya penguatan sinergi antara dunia pendidikan dan kebutuhan dunia kerja melalui program pelatihan vokasi serta link and match,” ujar Jufri.

Ia menuturkan, strategi tersebut mencakup seluruh siklus ketenagakerjaan, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia di hulu, proses penempatan tenaga kerja di tahap tengah, hingga penciptaan peluang kerja dan kewirausahaan di hilir.

Program yang dijalankan antara lain pelatihan kerja berbasis kompetensi, pelaksanaan job fair, penguatan fungsi antar kerja, hingga dukungan terhadap pengembangan wirausaha muda.

Baca Juga: Pemprov Sulsel Dorong Penanganan Blank Spot Luwu Timur Lewat Program Nasional

Selain itu, Pemprov Sulsel juga mengoptimalkan sektor-sektor unggulan daerah yang memiliki daya serap tenaga kerja tinggi, termasuk sektor pertanian, industri pengolahan, dan ekonomi kreatif, yang dijalankan melalui berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Fokusnya adalah memastikan lulusan pelatihan dan pencari kerja umum dapat terserap di sektor formal maupun mandiri melalui wirausaha,” jelasnya.

Pada tahun 2025, Pemprov Sulsel menargetkan sejumlah capaian, antara lain penyusunan dokumen Rencana Tenaga Kerja Daerah (RTKD) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, peningkatan jumlah peserta pelatihan kerja, serta penempatan tenaga kerja sebanyak 33.282 orang.

Baca Juga: Pansus DPRD Bulukumba Perkuat Kajian LKPJ, Fokus Evaluasi PAD

“Pemprov Sulsel berkomitmen menjaga keberlanjutan program melalui penguatan anggaran, perluasan jejaring kemitraan, serta sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah,” ungkap Jufri.

Jufri juga mengungkapkan bahwa tingkat pengangguran terbuka di Sulsel pada akhir 2025 berada di sekitar 4,45 persen. Ia mencatat masih adanya disparitas antara wilayah perkotaan dan perdesaan, serta tren gender di mana tingkat pengangguran perempuan mencapai 5,1 persen, lebih tinggi dibandingkan laki-laki sebesar 4,03 persen.

Halaman:

Tags

Terkini