“Tentu kita berharap tren ini terus menurun melalui intervensi program yang tepat sasaran,” katanya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemprov Sulsel terus memperluas pelaksanaan job fair yang mengalami peningkatan frekuensi, serta mengembangkan pelatihan berbasis kelompok usaha mandiri, termasuk bagi penyandang disabilitas.
Baca Juga: Jalan Poros Yasin Limpo di Gowa Diperbaiki, Warga: Kini Lebih Aman dan Nyaman
Selain itu, kerja sama strategis juga dilakukan dengan perguruan tinggi, Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP), serta mitra internasional seperti Jepang dalam program penempatan tenaga kerja ke luar negeri.
Langkah ini diperkuat melalui penyusunan peta jalan revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi 2025–2029 yang melibatkan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA), guna memastikan kesinambungan antara pendidikan dan kebutuhan pasar kerja.
Baca Juga: Hadiri Halal Bihalal Baznas, Bupati Bantaeng Tekankan Sinergi Pengelolaan Zakat dan Sedekah
Secara nasional, penurunan tingkat pengangguran menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai faktor kunci daya saing daerah. (*)
Artikel Terkait
Setahun Buron, Pelaku Penikaman di Ujung Loe Akhirnya Ditangkap Polisi
Motif Dendam di Balik Pembunuhan Keji Bulukumba: Tak Diakui Anak, SS Tega Gorok dan Belah Perut Ayah
Kasus Cukai Rokok Ilegal Menguat, KPK Diminta Transparan Usut Jaringan Pengusaha dan Oknum DJBC
ASN Eselon I dan II tak Ikut Skema WFH Sekali Seminggu, Ini Daftar Lainnya
DPRD Bulukumba Sidak Gedung Perawatan Jantung yang Anggarannya Capai Rp22 Miliar, Ini yang Ditemukan
Bupati Uji Nurdin Resmi Lantik 8 Pejabat, Fokus Percepatan Kinerja Pemkab Bantaeng
Ketua DPRD Bulukumba Umy Asyiatun Hadiri Musrenbang RKPD 2027, Tekankan Perencanaan Berkualitas