Pelaksanaan konstruksi ditargetkan berlangsung selama 540 hari kalender atau sekitar 18 bulan sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).
Setelah melalui tahapan Pre-Construction Meeting (PCM) dan Mutual Check 0 (MC-0), proyek kini memasuki fase konstruksi utama yang ditandai dengan dimulainya pekerjaan struktur dasar, khususnya fondasi stadion.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulawesi Selatan Suherman mengungkapkan, pembangunan saat ini telah memasuki fase konstruksi utama dan tidak lagi berada pada tahap persiapan.
Baca Juga: Warna Baru Pariwisata Bira: Wisatawan Mancanegara Ramaikan Lapangan Tenis dengan Olahraga Pickleball
Untuk progres saat ini proses pekerjaan fondasi 3.05 persen dan penyelesaiaan direksi keet. "Sekarang posisinya pengerjaan fondasi," sebut Suherman.
Pemerintah menargetkan progres pembangunan dapat mencapai sekitar 65 persen pada 2026 agar proyek berjalan sesuai jadwal dan tuntas tepat waktu.
Baca Juga: Temui Menteri PU, Gubernur Andi Sudirman Dorong Percepatan Infrastruktur Strategis di Sulsel
Pertemuan dengan Kementerian PU juga menegaskan sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat realisasi infrastruktur prioritas yang berdampak langsung terhadap pelayanan publik dan pertumbuhan wilayah.
Dengan perkembangan tersebut, Stadion Sudiang diharapkan menjadi infrastruktur olahraga representatif di Sulawesi Selatan yang mendukung pembinaan olahraga, penyelenggaraan event nasional, serta pertumbuhan ekonomi kawasan. (*)
Artikel Terkait
Pengaspalan Dikebut Malam Hari, Pemprov Sulsel Targetkan Keluhan Debu Warga Teratasi
SLBN 1 Bulukumba Borong Prestasi, Raih Juara Umum dan Amankan Piala Tetap 02SN
Gerak Cepat Hadapi El Nino, Bupati Sinjai Jemput Dukungan Pusat untuk Irigasi dan Pertanian
Sekda Sulsel Jufri Rahman Buka Musrenbang Kemiskinan 2027, Targetkan Penurunan Kemiskinan Lebih Cepat
DPRD Kabupaten Bantaeng Tetapkan Rekomendasi atas LKPJ Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025
Pemkab Sinjai Matangkan Persiapan Haji 2026, 44 Jemaah Berangkat 2 Mei
Wabup Bantaeng Hadiri Musrenbang Kemiskinan Sulsel 2027, Fokus pada Transformasi Program Inklusif