Sulawesinetwork.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman minta kepala daerah untuk melakukan pemetaan wilayah pertanian rawan kekeringan.
Hal itu menurunya sebagai bentuk strategi menghadapi musim kemarau akibat fenomena El Nino, guna menjaga produksi dan ketahanan pangan nasional.
Instruksi tersebut ditujukan kepada seluruh gubernur dan bupati di Indonesia agar melakukan pemetaan daerah langganan kekeringan sekaligus menyiapkan sistem peringatan dini atau early warning system secara terintegrasi.
Baca Juga: Gelar Entry Meeting Bersama Tim BPK, Bupati Bantaeng Minta OPD Siapkan Data Secara Detail
"Dalam rangka antisipasi musim kemarau yang terjadi pada tahun ini, Kementerian Pertanian menginstruksikan kepada seluruh gubernur dan bupati se-Indonesia agar melakukan mapping wilayah langganan kekeringan dan early warning system," kata Mentan dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa.
Dia menyampaikan langkah itu penting untuk memastikan respons cepat terhadap potensi kekeringan sehingga dampak terhadap produksi pertanian dapat diminimalkan melalui perencanaan yang matang dan koordinasi lintas sektor di daerah.
Selain meminta kepala daerah melakukan pemetaan, Amran juga mengaku jika pihaknya mengoptimalkan pengelolaan air irigasi melalui rehabilitasi jaringan, pembangunan embung, sumur dangkal, sumur dalam, serta pemanfaatan pompanisasi perpipaan dan irigasi perpompaan.
Baca Juga: Wabup Bantaeng Hadiri Ground Breaking Jembatan Perintis Garuda, Perkuat Akses Warga
Upaya tersebut diperkuat dengan strategi percepatan tanam menggunakan varietas tahan kekeringan, pengaturan pola tanam adaptif, serta peningkatan koordinasi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan pertanian.
Suasana rapat kerja Komisi IV DPR RI dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Perum Bulog, dan BUMN pangan lainnya di Jakarta, Selasa (7/4/2026). ANTARA/Harianto
Untuk mendukung implementasi kebijakan tersebut, Kementerian Pertanian telah menyiagakan alat dan mesin pertanian berupa pompa air, traktor, hand sprayer, serta transplanter dalam jumlah besar secara bertahap.
Baca Juga: Kasus Campak Meningkat, Pemkab Bulukumba Gencarkan Imunisasi Kejar untuk Ribuan Anak
Amran menyebutkan selama periode 2024 hingga 2025, pemerintah telah menyediakan sebanyak 171.000 unit alat dan mesin pertanian guna memperkuat kesiapan petani dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan musim kemarau.
Sementara itu, pada 2026 ditargetkan distribusi 37.000 unit infrastruktur air seperti irigasi perpompaan, perpipaan, konservasi, rehabilitasi jaringan tersier, serta tambahan 94.000 unit pompa air untuk mendukung produksi.