Camat Bacukiki, H. Sabaruddin, memberikan apresiasi kepada HIPMI yang telah hadir langsung di tengah masyarakat.
“Kehadiran HIPMI memberikan semangat baru bagi petani dan masyarakat kami. Kami dari pihak kecamatan tentu sangat mendukung segala bentuk inisiatif yang memajukan potensi desa,” katanya.
Kepala KPH Bila, Muh Fitrah, S.Hut., M.Si, menekankan bahwa sinergi antara pengusaha muda dan pengelola hutan merupakan langkah strategis.
Baca Juga: Balas Dendam di GBK? Kluivert Tak Remehkan China Meski Garuda Pernah Tumbang di Era STY
“Potensi kopi hutan sangat besar. Kami siap memfasilitasi dan mendampingi kelompok tani agar bisa mengembangkan budidaya kopi tanpa merusak hutan. Ini adalah bentuk nyata kehutanan sosial,” jelasnya.
Sementara itu, Muh Ichwan K, Ketua Kompartemen Kehutanan BPD HIPMI Sulsel menjelaskan bahwa program ini adalah bagian dari komitmen HIPMI dalam mendorong green economy.
“Kopi hutan bukan sekadar bisnis, tapi juga medium untuk menjaga kelestarian hutan dan memberdayakan petani secara holistik. Ini adalah jalan menuju ekonomi hijau yang inklusif,” ungkapnya.
Kunjungan Lapangan dan Rencana Tindak Lanjut
Setelah FGD, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke dua lokasi penting:
1. Lokasi Calon Nursery Kopi, yang akan menjadi pusat pembibitan bibit kopi unggul.
2. Lokasi Rencana Penanaman Pohon Kopi di kawasan hutan pengelolaan kelompok tani, untuk melihat kesiapan lahan dan potensi ekosistem kopi hutan berbasis konservasi.
Perwakilan dari kelompok tani menyambut baik inisiatif ini, “Kami merasa diperhatikan. Kehadiran HIPMI dan para pemangku kepentingan memberi harapan baru bagi kami untuk menjadikan kopi hutan sebagai sumber penghidupan yang lestari dan bernilai,” ujar salah satu anggota kelompok.
Baca Juga: Berikut Rekomendasi 10 Tempat Nongkrong Terbaik di Kota Bulukumba
FGD dan kunjungan lapangan ini menghasilkan sejumlah rencana tindak lanjut, di antaranya penyusunan roadmap pengembangan kopi hutan, pembentukan tim pendamping lapangan, serta kolaborasi lintas sektor dalam penyediaan bibit, pelatihan teknis, dan pemasaran produk kopi.
Program ini diharapkan dapat menjadi role model pengembangan pangan hutan yang berbasiskan potensi lokal, teknologi tepat guna, dan kolaborasi multipihak, demi terwujudnya ekonomi hijau yang berkelanjutan. (*)
Artikel Terkait
Ekonomi Syariah Sulsel Bersinar! Gubernur Andi Sudirman Bangga Raih 4 Penghargaan Adinata Syariah 2025
7 Negara Dengan Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia, Nomor 4 Bikin Kaget!
Kalahkan Elon Musk? Haji Isam Buktikan Pengusaha Bisa Jadi Pahlawan Negeri
33 Nama Ini Kuasai Dunia! Daftar Sultan RI di Forbes 2025 Bocor ke Publik
Lego Lego Sarrea: Wisata Viral Bulukumba Dengan Sensasi Negeri di Atas Awan
Krisis Pangan Global 2025! Berikut 5 Wilayah Yang Warganya Kelaparan Massal
Ranking Militer Dunia 2025 Dirilis: Indonesia Bikin Bangga, Israel Terkejut
10 Bandara Terbersih di Dunia Serasa Hotel Bintang Lima