Sulawesinetwork.com - BPD HIPMI Sulsel melalui Bidang III ESDM memberikan dukungan terhadap pembentukan konkret pembangunan kota melalui pemanfaatan potensi lokal.
Bidang III – ESDM, Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang diketuai oleh Chandra Tauphan Ansar, berkolaborasi dengan Bidang III BPC HIPMI Parepare.
Mereka meluncurkan program strategis Pengembangan Pangan Hutan berbasis Komoditas Kopi.
Baca Juga: Penulisan Ulang Sejarah RI: Pemerintah Ganti Istilah 'Orde Lama' demi Kenetralan Perspektif
Program ini merupakan bagian dari inisiatif besar BPD HIPMI Sulsel yang bertajuk “HIPMI Back To Village”, yang diusung oleh Ketua Umum BPD HIPMI Sulsel, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman.
Kegiatan ini diawali dengan penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) pada Rabu, 28 Mei 2025, di Lokasi Hutan Kemasyarakatan (HKm) Alam Jaya, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare.
FGD ini bertujuan membuka ruang dialog antara pemangku kepentingan lintas sektor dalam merancang strategi bersama pengembangan komoditas kopi hutan sebagai sumber pangan sekaligus upaya pelestarian lingkungan.
Baca Juga: Pemkab Bulukumba Tuntaskan Pembentukan Koperasi Merah Putih di 136 Desa dan Kelurahan
FGD ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, antara lain:
1. Ketua Umum BPC HIPMI Parepare, Hamka Hamid
2. Camat Bacukiki, H. Sabaruddin, SE
3. Kepala KPH Bila, Muh Fitrah, S.Hut., M.Si
4. Pengurus BPD HIPMI Sulsel
5. Pengurus BPC HIPMI Parepare
6. Kelompok Tani Hutan Alam Jaya
Diskusi berlangsung aktif, membahas tiga aspek utama: (1) potensi pengembangan kopi hutan sebagai komoditas lokal unggulan, (2) strategi pendampingan kelompok tani untuk mengadopsi praktik budidaya berkelanjutan, dan (3) peluang kemitraan dalam pengembangan rantai nilai (value chain) kopi hutan, mulai dari budidaya, pascapanen, hingga pemasaran.
Baca Juga: Polemik SDN 145 Bontotiro! DPRD Tawarkan Tiga Opsi Solusi, Disdikbud Pilih Jalur Hukum
Komitmen Membangun Ekonomi Rakyat dari Desa
Ketua Umum BPC HIPMI Parepare, Hamka Hamid, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk komitmen HIPMI untuk kembali membangun dari masyarakat.
“Kami ingin menjadikan pengembangan kopi hutan bukan sekadar proyek sesaat, tapi sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berkelanjutan, berakar dari kota dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Artikel Terkait
Ekonomi Syariah Sulsel Bersinar! Gubernur Andi Sudirman Bangga Raih 4 Penghargaan Adinata Syariah 2025
7 Negara Dengan Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia, Nomor 4 Bikin Kaget!
Kalahkan Elon Musk? Haji Isam Buktikan Pengusaha Bisa Jadi Pahlawan Negeri
33 Nama Ini Kuasai Dunia! Daftar Sultan RI di Forbes 2025 Bocor ke Publik
Lego Lego Sarrea: Wisata Viral Bulukumba Dengan Sensasi Negeri di Atas Awan
Krisis Pangan Global 2025! Berikut 5 Wilayah Yang Warganya Kelaparan Massal
Ranking Militer Dunia 2025 Dirilis: Indonesia Bikin Bangga, Israel Terkejut
10 Bandara Terbersih di Dunia Serasa Hotel Bintang Lima