Menurut Andi Ullah, ketika ada masalah terkait MBG, seharusnya dilaporkan dulu ke pihak terkait Dinas Kesehatan dan Badan Gizi untuk diperiksa dan dievaluasi.
"Bukan langsung memanggil media untuk dipublis, akhirnya menjadi heboh," jelasnya.
"Buktinya, para siswa tersebut baik baik saja. Tidak ada siswa yang dilarikan ke rumah sakit setelah mengkonsumsi itu makanan," tambahnya.
Dia mengungkapkan, sebagai program baru dari pemerintah pusat, tentu pelaksanaan program MBG ini terus dievaluasi oleh Badan Gizi dan Dinas Kesehatan dari berbagai aspek.
Menurutnya, warga Bulukumba harusnya bersyukur karena anggaran MBG ini masih dibiayai oleh APBN bukan dibebankan dalam APBD.
Bulukumba adalah salah satu kabupaten yang terpilih pada awal pelaksanaan program MBG.
"Kita ingin program ini berjalan dengan baik sehingga membantu anak-anak sekolah tumbuh kembang dengan baik," kata Andi Ullah.***
Artikel Terkait
Prabowo Potong Anggaran Seremoni dan Perjalanan Dinas Pemerintah: Kita Bisa Hemat 20 T Lebih, untuk Perbaiki Sekolah
Kepala Daerah Terpilih akan Jalani Retreat Selama 10 Hari di Magelang, Presiden Prabowo Punya Keinginan Ini
Tidak Punya BPJS Kesehatan Bisa Menikmati Fasilitas Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Ini Caranya
Idrus Marham Respon Bahlil Lahadalia Masuk 10 Daftar Menteri dengan Kinerja Buruk
Mentan Amran Beri Pesan Ini untuk Generasi Muda, Jadi Prinsip Kesuksesan
Dinkes Bulukumba Akui Telur Busuk Jadi Laporan Rutin Siswa Usai Konsumsi Makan Bergizi Gratis
Cara Dapat Bantuan UKT, Ini Jadwal dan Cara Daftar KIP Kuliah 2025
Selain Telur, Dinkes Bulukumba Sebut Buah Busuk Juga Kerap Jadi Keluhan di Menu MBG
Prabowo di India, Sempatkan Singgah ke Toko Buku di New Delhi: Langganan Saya
Logo HUT Bulukumba ke-65: Lambang Kolaborasi dan Semangat Pembangunan Berkelanjutan