Sulawesinetwork.com - Anggota DPRD Bulukumba dapil Bontobahari-Bontotiro, Efhi Wahyudi Masri atau yg akrab di sapa H. Adan mengapresiasi langkah pemerintah yang telah mengucurkan dana untuk renovasi makam Dato' Tiro untuk APBD 2025 saat rapat mitra kerja komisi 2 dengan Dinas Pariwisata.
Dikutip dari media sosial Adan Wahyudi, "Bontotiro ini adalah salah satu daerah yang sangat bersejarah sebagai pusat penyebaran agama samawi. Kita (Bulukumba) mengenal Islam karena orang tiro, Datuk ri Tiro.Maka dari itu dengan memelihara situs bersejarah ini seperti time traveler ke masa lalu untuk membuka kembali memori tentang suatu daerah yang menjadi Pusat Pendidikan dan penyebaran agama Islam di masa lalu, Kerajaan Tiro" ujar Adan.
Adan juga menambahkan bahwa Bontotiro ini dalam sejarahnya adalah tanah air para pendidik atau akademisi.
Baca Juga: HB Lihat Peluang JMS-TSY Menangkan Pikada Bulukumba 2024 Karena Punya Program Jelas
"Jadi kalau hari ini guru-guru yang mengajar di sekolah maupun birokrat yang mengisi pemerintahan di Bulukumba banyak dari Tiro, jangan heran karena sejarahnya berkata demikian".
Oleh karena itu, dengan fakta Bontotiro banyak mencetak para guru, birokrat, maupun akademisi, Adan menggambarkan Tiro seperti kota Athena di Yunani.
"Tanah Academicus yang ditemukan oleh Plato di Athena, yang mencetak para akademia sepertinya sama dengan tanah yang di temukan oleh seorang Datuk ri Tiro. Nampaknya Bontotiro adalah kota Athenanya Bulukumba", Pungkasnya.
Baca Juga: Samapta Polres Bulukumba Terus Tingkatkan Patroli Preventif Jelang Pencoblosan
Diketahui, Bontotiro adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bulukumba ,Sulawesi Selatan ,Indonesia .
Bontotiro berasal dari Bahasa Konjo. Kata Bonto (daratan yang tinggi/bukit) dan Tiro (melihat), yang berarti daratan yang tinggi di mana kita dapat melihat daerah sekitar.
Hal ini dikarenakan kawasan Bontotiro memang berada sedikit lebih tinggi dari daerah sekitarnya.
Baca Juga: Pj Bupati Bantaeng Buka Kegiatan Pengisian Kertas Kerja SPIP
Mayoritas suku yang mendiami daerah ini adalah Suku Konjo, Suku Bugis, Suku Makassar.
Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Konjo yang memiliki kesamaan dengan Bahasa Makassar maupun Bahasa Bugis.(*)
Artikel Terkait
Temu Konstituen di Rilau Ale, Ketua DPRD Bulukumba Umy Asyiatun Khadijah Siap Dengarkan Keluhan Masyarakat
Rapat Paripurna, Jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi DPRD Terkait RAPBD Kabupaten Bulukumba Tahun Anggaran 2025
Kunjungan Kerja dan Sosialisasi Program Kepada Masyarakat DPRD Bulukumba, Ibu Hj Nuraidah: Kami Memastikan Pembangunan Berjalan Sesuai Kebutuhan Warga
Temu Konstituen di Dapil Terpilih DPRD Bulukumba, H. Safiuddin: Kami Selaku Wakil Rakyat Datang Secara Langsung Mendengarkan Aspirasi Masyarakat
Momentum Serap Aspirasi Masyarakat, Andi Suriadi Anggota DPRD Bulukumba Melakukan Reses di Kelurahan Matekko
Reses di Desa Baji Minasa, Anggota DPRD Bulukumba Andi Tenri Ita Maharani Berjanji Memperjuangkan Aspirasi Masyarakat
Abdul Samad Berkomitmen Sebagai anggota DPRD Bulukumba untuk Terus Mendampingi dan Memperjuangkan Hak-hak Warga dalam Kegiatan Reses di Bulukumpa
Serap Aspirasi Masyarakat, Anggota DPRD Bulukumba Muh. Arief HS Melakukan Reses di Desa Balantaroang
Rapat Komisi-Komisi DPRD Kabupaten Bulukumba Membahas Ranperda APBD Tahun Anggaran 2025
Komisi 1, 2, 3 dan 4 DPRD Bulukumba Kembali Menggelar Rapat Ranperda APBD Tahun Anggaran 2025