Jalang artinya jalan, dan Kote artinya berkotek-kotek atau teriak.
Adapun filosofi dari Bentuk Jalangkote setengah lingkaran yaitu kehidupan yang tidak sempurna tetapi harus tetap di nikmati.
Tepinya yang bergelombang bermakna lika-liku dunia yang membuat hidup lebih unik dan berwarna.
Baca Juga: Utamakan Dorong Kader Internal, Gerindra Belum Pastikan Usung ASS di Pigub Sulsel 2024
Sedangkan isian jalangkote bermakna kenikmatan yang selalu dibungkus dengan hikmah, dibalik sebuah hikmah akan ada kebaikan.
Jalangkote telah menjadi bagian dari masyarakat Sulsel sejak dari kecil, saat ramadhan, di sekolah, atau pun di mana saja, jajanan ini menyimpan banyak kenangan bersama teman dan keluarga.
Dijual dengan upaya kerja keras serta mengajarkan kita tentang arti perjuangan hidup yang sesungguhnya(*)
Artikel Terkait
Jangan Sampai Salah Warna, Begini Filosofi Baju Bodo Asal Sulawesi Selatan: Pakaian Adat Tertua di Dunia
Filosofi "Bunga Male" yang Sangat Identik dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Sulsel
Duet Bupati Bulukumba dan Ketua Dekranasda Ungkap Filosofi Usaha ke IRTP
Ternyata Begini Sehingga Kue Pastel Disebut 'Jalangkote' di Sulsel, Salah Satu Warisan Kuliner Indonesia
Filosofi Prabowo: Tujuan Baik akan Membawa ke Arah yang Baik
Legenda dan Filosofi Pisang Ijo, Takjil Incaran Buka Puasa di Sulsel: Juru Masak yang Hampir Dihukum Mati