"Saya punya catatan, kasus yang melibatkan Pak Zulhas, kapan jaksa mau menangani? Kan banyak tuh hal yang mau dibuktikan," terangnya.
Feri Amsari mengkritik institusi penegak hukum yang dianggap lamban dan cenderung tumpul ketika berhadapan dengan sosok yang berada di kubu kekuasaan.
Baca Juga: Intip Yuk, 9 MAN Terbaik di Indonesia
Kondisi ini, klaim Feri, semakin memperkuat persepsi publik bahwa hukum hanya tajam kepada mereka yang tidak sejalan dengan mayoritas penguasa.
"Ayo cepat supaya kami bisa berprasangka baik, jangan kemudian orang bisa melihat hukum itu betul-betul timpang, hukum hanya mengenai orang-orang yang berbeda sudut pandang," tutup Feri, menyuarakan kekhawatirannya tentang potensi ketidakadilan dalam penegakan hukum di Indonesia.
Pandangan Feri Amsari ini tentu saja menambah panas perdebatan seputar vonis Tom Lembong, sekaligus menyoroti isu krusial mengenai independensi penegakan hukum dari intervensi politik.(*)
Artikel Terkait
Bantahan Tom Lembong usai Didakwa Rugikan Negara Rp578 M: Impor Gula Telah Diaudit BPK
Update Kasus Impor Gula Kemendag: Tom Lembong Pertanyakan Kenapa Hanya Dirinya yang Jadi Terdakwa
Skandal Impor Gula: JPU Sebut Eksepsi Tom Lembong Masuk Ranah Pembuktian Perkara!
Tom Lembong di Sidang Korupsi Gula: Tak Ada Aturan, Tak Bisa Dihukum!
Soal Jokowi Dinilai Perlu Jadi Saksi, Tom Lembong Mengaku Pernah Perintahkan Penuhi Stok Gula Nasional
Tom Lembong Buka Suara di Sidang Korupsi Gula: Klaim BUMN Tak Rugi, Hanya Satu Importir Swasta yang Merana!
Skandal Impor Gula Memanas: Tom Lembong Ungkap 'Utang Warisan' Rachmat Gobel dan Klaim Operasi Pasar Fiktif
Hari Penentuan Tom Lembong: Sidang Tuntutan Skandal Korupsi Impor Gula Rp578 Miliar Hari Ini
Anies Baswedan Kecewa Berat! Vonis 4,5 Tahun Tom Lembong Disebut Abaikan Fakta dan Keadilan Belum Tuntas
Komisi Kejaksaan Tanggapi Tuduhan Politisasi Kasus Tom Lembong: Murni Penegakan Hukum