"Ini sirup pertamax apa ya, atau sirup solar, sirup pertamina? Rasanya kaya bensin, tapi aku gak mau sebut merk-nya ya, biasanya ini kalo di supermarket ada di sebelahnya Marjan," ucapnya.
Ulasan-ulasan pedas Tasyi menuai kritik dari warganet, yang menilai bahwa tindakannya dapat merugikan pelaku usaha, terutama UMKM.
Persepsi negatif yang ditimbulkan dari ulasannya dapat memengaruhi keputusan konsumen terhadap merek makanan tertentu.
Kontroversi ini memunculkan pertanyaan tentang etika dalam mereview makanan.
Baca Juga: Jakarta Bergejolak: Ribuan CASN dan PPPK Tuntut Pencabutan Surat Edaran Penundaan Pengangkatan
Sejauh mana seorang food vlogger boleh mengkritik produk makanan? Apakah kritik pedas dapat dibenarkan atas nama transparansi?
Perdebatan ini menunjukkan bahwa ulasan makanan tidak hanya sekadar mencicipi dan memberikan penilaian, tetapi juga memiliki dampak yang signifikan bagi pelaku industri kuliner.(*)
Artikel Terkait
Heboh Pengakuan Mantan Karyawan Tasyi Athasyia: Disuruh Kerja Tapi Tak Digaji
Kontroversi Bansos Judi Online: Apresiasi dan Kritik dari Netizen
Update Harga Infinix: Review Hot 20i, Kombinasi Spektakuler Antara Harga dan Fitur
Review Negatif Hantam UMKM Ci Mehong, Desak Pemerintah Buat Aturan Food Vlogger!
Nikita Mirzani: Ratu Kontroversi yang Tak Pernah Jera dari Jeratan Hukum
Jeruji Besi Menanti 'Sang Ratu Kontroversi': Razman Arif Nasution, dari Rival Jadi Peramal Penahanan Nikita Mirzani
Codeblu Tersandung Skandal Kue Berjamur: Karir Food Vlogger di Ujung Tanduk?
Codeblu Dari Food Vlogger Kontroversial Jadi Tersangka Pemerasan? Chef Haryo Pramoe: Pelanggaran Kode Etik!
Richard Lee Angkat Bicara: Bukan Tekanan, Ini Alasan Sebenarnya Berhenti Review Skincare Abal-abal!
Perang Reviewer Makanan: Buntut Bika Ambon, Nicky Tirta Gratiskan Endorse UMKM, Tasyi Athasyia Lapor Polisi