Kisah hidupnya yang penuh penolakan dari kawanan monyet lain membuatnya mendapatkan julukan unik: 'Naruto Monkey'.
"Banyak warganet menyebut Punch sebagai 'Naruto Monkey' karena nasibnya mirip karakter anime Naruto yang dikucilkan warga desa sejak kecil sebelum akhirnya diakui," tulis unggahan Instagram @pembasmii.kehaluan pada Rabu (18/2/2026).
Baca Juga: Aturan THR Bakal Direvisi, Minta Pengawasan Ketat dan Revisi Permenaker
Sama seperti karakter ninja tersebut, Punch menunjukkan "tekad api".
Meski sempat dianggap sebagai orang asing di kawanannya sendiri, ia tetap bertahan hingga momen keajaiban itu datang.
Penantian panjang Punch membuahkan hasil. Baru-baru ini, terekam momen langka yang menjadi tonggak penting dalam pertumbuhan sosialnya.
Baca Juga: Usai Sinjai Expo, Pemkab Hadirkan Ramadan Fair 2026 Mulai 21 Februari
Untuk pertama kalinya, seekor monyet dewasa di kelompoknya bersedia mendekat dan melakukan ritual grooming—membersihkan kutu di tubuh Punch.
Dalam dunia primata, grooming bukan sekadar masalah kebersihan, melainkan:
- Simbol Penerimaan: Tanda bahwa individu tersebut sudah dianggap sebagai bagian dari anggota kelompok.
- Penguatan Ikatan: Cara untuk membangun kepercayaan dan hierarki sosial.
- Penurunan Stres: Interaksi fisik ini membantu menstabilkan emosi Punch yang selama ini merasa terasing.
Baca Juga: SPPG Polres Bulukumba Resmi Jadi Bagian Program MBG Presiden Prabowo
Kini, pemandangan Punch yang menyendiri dengan bonekanya mulai berkurang.
Para penjaga kebun binatang pun merasa lega melihat perkembangan positif ini.
Langkah kecil berupa interaksi fisik dengan monyet dewasa tersebut menjadi harapan besar bahwa Punch akan tumbuh menjadi monyet yang sehat secara sosial dan mental.
Baca Juga: Cetak Dua Gol, Kepala BKN RI Prof Zudan Warnai Laga Persahabatan Pemprov Sulsel-BKN
Penerimaan ini adalah bukti bahwa dengan kesabaran—dan sedikit bantuan dari tim perawat yang gigih luka akibat penolakan di masa kecil bisa perlahan sembuh.