Anak-anak hingga orang tua ikut serta dalam proses merangkai, sehingga pengetahuan ini terus diwariskan lintas generasi.
Bunga Male juga menghadirkan nuansa meriah, penuh warna, sekaligus sakral. Saat maulid digelar, masyarakat berbondong-bondong menyaksikan parade Bunga Male yang dipamerkan di masjid atau balai desa.
Menjaga Ruh Maulid
Tradisi ini membuktikan bahwa keindahan dan religiusitas bisa berjalan beriringan. Bunga Male bukan sekadar hiasan, melainkan media untuk menjaga ruh Maulid Nabi: menghadirkan cinta kepada Rasulullah, menyemai syukur, serta memperkuat tali silaturahmi antarwarga.
Ke depan, tantangan generasi muda adalah memastikan tradisi Bunga Male tetap lestari di tengah derasnya budaya modern, tanpa menghilangkan makna spiritualnya. (*)
Artikel Terkait
Doa dan Isak Tangis Warnai Pemakaman Ibunda Wagub Sulsel
Mentan Amran Ajak Generasi Muda Jadi Motor Kebangkitan Pertanian Indonesia
Demi Bongkar Fakta Keracunan MBG, Wartawan Diduga Dianiaya Oknum Pegawai SPPG
Teguhkan Komitmen Kebangsaan, Polres Bulukumba Hadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila
Timnas Indonesia vs Arab Saudi di Round 4: Waspada Kekuatan Mematikan hingga Banding Pemain Mahal
Polemik Dapur MBG: Program Makan Gratis Terhenti, Pekerja dan Siswa Terdampak
Komitmen Penuh Pemkab Sinjai: Bupati Ratnawati Tinjau Langsung Program Bedah Rumah Sehat
Semangat 'Pancasila Perekat Bangsa': Pemkab Sinjai Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila