Tingkat kekerasan terhadap warga sipil tinggi, dan kehadiran PBB pun belum mampu sepenuhnya menstabilkan situasi.
Baca Juga: Seskab Teddy: Isu Pergantian Kapolri Hoaks, Jenderal Sigit Tetap Bertugas dan Dampingi Presiden!
8. Rusia
Invasi ke Ukraina dan dampaknya pada tatanan global membuat Rusia mengalami penurunan drastis dalam indeks kedamaian.
Ketegangan politik, sanksi internasional, dan represi dalam negeri menjadi faktor utama.
9. Ukraina
Dampak langsung dari invasi Rusia membuat Ukraina menjadi zona perang aktif.
Baca Juga: Kejari Bulukumba Kawal Pembangunan Strategis dan Beri Pendampingan Hukum ke Pemkab
Kehancuran infrastruktur, jutaan pengungsi, serta ancaman bom dan rudal menjadikan negara ini sangat tidak aman.
10. Iran
Ketegangan politik, sanksi internasional, demonstrasi rakyat, dan ketegangan dengan negara-negara Barat menjadikan Iran sebagai salah satu negara dengan risiko keamanan tinggi.
Selain itu, represi terhadap kebebasan sipil memperburuk situasi.
Baca Juga: Puasa Arafah 9 Zulhijjah: Niat dan Keutamaan Penghapus Dosa Dua Tahun
Fakta Menarik:
Eropa tetap menjadi kawasan paling damai di dunia.
Artikel Terkait
Hadapi Kemarau 2025, Mendagri Instruksikan Pemda Kebut Program Pompanisasi dan Irigasi
Polsek Bontotiro dan Bhayangkari Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Bulukumba
Puasa Arafah 9 Zulhijjah: Niat dan Keutamaan Penghapus Dosa Dua Tahun
Kejari Bulukumba Kawal Pembangunan Strategis dan Beri Pendampingan Hukum ke Pemkab
Seskab Teddy: Isu Pergantian Kapolri Hoaks, Jenderal Sigit Tetap Bertugas dan Dampingi Presiden!
Puasa Arafah 5 Juni 2025: Raih Keutamaan Luar Biasa di Hari Penuh Maghfirah!
Vidi Aldiano Digugat Rp24,5 Miliar oleh Keenan Nasution: Polemik Royalti 'Nuansa Bening' Memanas!
Ray Dalio Bantah Tegas Mundur dari Danantara, Komitmen Penasihat Prabowo Tetap Kuat!
Geger! ASN Terlibat Terorisme, Dipecat Tak Hormat dan Kehilangan Segalanya
Visa Ribet, Liburan Tertunda: Ini 8 Negara yang Paling Sulit Dikunjungi