Baca Juga: Ray Dalio Bantah Tegas Mundur dari Danantara, Komitmen Penasihat Prabowo Tetap Kuat!
Meski beberapa wilayah kini relatif tenang, sebagian besar wilayah Suriah masih tergolong sangat berisiko tinggi bagi siapa pun.
4. Sudan Selatan
Negara termuda di dunia ini terjebak dalam kekerasan etnis, konflik antar faksi, dan instabilitas politik yang berkepanjangan.
Ketersediaan pangan, akses pendidikan, dan layanan kesehatan sangat terbatas.
Baca Juga: Vidi Aldiano Digugat Rp24,5 Miliar oleh Keenan Nasution: Polemik Royalti 'Nuansa Bening' Memanas!
5. Republik Demokratik Kongo (DRC)
DRC menghadapi kekerasan bersenjata dari kelompok milisi lokal, eksploitasi sumber daya alam ilegal, dan krisis kemanusiaan besar.
Serangan terhadap warga sipil dan pekerja bantuan sering terjadi.
6. Somalia
Meski paspor Indonesia bebas visa ke Somalia, negara ini tetap salah satu yang paling berbahaya.
Baca Juga: Puasa Arafah 5 Juni 2025: Raih Keutamaan Luar Biasa di Hari Penuh Maghfirah!
Ancaman dari kelompok teroris Al-Shabaab, pembajakan laut, dan sistem hukum yang lemah membuat Somalia minim keamanan.
7. Republik Afrika Tengah
Negara ini dihantui oleh konflik antara pemerintah dan kelompok pemberontak.
Artikel Terkait
Hadapi Kemarau 2025, Mendagri Instruksikan Pemda Kebut Program Pompanisasi dan Irigasi
Polsek Bontotiro dan Bhayangkari Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Bulukumba
Puasa Arafah 9 Zulhijjah: Niat dan Keutamaan Penghapus Dosa Dua Tahun
Kejari Bulukumba Kawal Pembangunan Strategis dan Beri Pendampingan Hukum ke Pemkab
Seskab Teddy: Isu Pergantian Kapolri Hoaks, Jenderal Sigit Tetap Bertugas dan Dampingi Presiden!
Puasa Arafah 5 Juni 2025: Raih Keutamaan Luar Biasa di Hari Penuh Maghfirah!
Vidi Aldiano Digugat Rp24,5 Miliar oleh Keenan Nasution: Polemik Royalti 'Nuansa Bening' Memanas!
Ray Dalio Bantah Tegas Mundur dari Danantara, Komitmen Penasihat Prabowo Tetap Kuat!
Geger! ASN Terlibat Terorisme, Dipecat Tak Hormat dan Kehilangan Segalanya
Visa Ribet, Liburan Tertunda: Ini 8 Negara yang Paling Sulit Dikunjungi