Dokumen ini menjadi acuan penyusunan APBN pertama di bawah pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Baca Juga: Partai Perindo Gelar Mukernas, Berikan Rekomendasi untuk Pilkada 2024 di 50 Wilayah
Saat ini, pemerintah menggunakan skema pembiayaan pensiun pay-as-you-go, di mana anggaran untuk membayar pensiun PNS berasal dari APBN.
Sistem ini dianggap berpotensi meningkatkan risiko fiskal di masa mendatang karena tren penuaan penduduk atau aging population yang terus berlanjut.
Jumlah pensiunan PNS yang semakin banyak akan menyebabkan anggaran belanja pegawai untuk pensiun membengkak.
Baca Juga: Bawaslu Keluarkan Ratusan Saran Perbaikan Tahapan Coklit Kepada KPU Bulukumba
Pada 2022, pemerintah memperkirakan anggaran yang harus dikeluarkan untuk membayar pensiun ASN mencapai Rp 2.800 triliun dalam jangka menengah-panjang.
Selain itu, sistem pembayaran pensiun berbasis gaji pokok dianggap terlalu kecil untuk PNS di era saat ini, dengan penurunan nilai manfaat paling mencolok terjadi pada mereka yang terakhir menjabat sebagai eselon 1.***
Artikel Terkait
Kantongi Rekom Perindo, Appi Butuh 3 Kursi Lagi Untuk Masuk Gelanggang Pilwali Makassar 2024
Belum Ada Penetapan Calon Peserta Pilkada Bulukumba 2024, Balon Kepala Daerah Masih Bebas Sosialisasi
Jika Hasto Ditahan! Megawati Janji Akan Datang ke Kapolri, PDI-P Keluarkan Pernyataan Tegas
Unjuk Rasa soal Pilkada Serentak 2024 Dikantor KPU Bulukumba Ricuh, Massa Berhasil Dibubarkan Polisi
Merauke Jadi Lumbung Pangan Nasional! Ribuan Ekskavator Haji Isam Tiba, Cetak Sawah Seluas 1 Juta Hektare Bakal Terealisasi
Bawaslu Keluarkan Ratusan Saran Perbaikan Tahapan Coklit Kepada KPU Bulukumba
Partai Perindo Gelar Mukernas, Berikan Rekomendasi untuk Pilkada 2024 di 50 Wilayah
Tepis Stigma Resale Value BMW Bekas, Ini Kata BMW Astra Used Car
Menguak Kecanggihan Kamera Nokia Zeus Max 2023, Teknologi Fotografi Terdepan di Genggaman
PNS Bersiap, Kenaikan Gaji Menanti di Tahun Depan!