nasional

Program KPR di BTN Dinilai Minim Pengawasan, Diduga Berpotensi Rugikan Negara Senilai Rp1,3 Triliun

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:35 WIB
Terbongkar Potensi Kerugian Rp1,3 Triliun di BTN, Diduga Akibat Tata Kelola KPR yang Bermasalah. (Foto: btn.co.id - INDEPENDENMEDIA.ID)

Soroti 'KPR Simple' PT BAS

BPK menyebut debitur tersebut diduga mendapat pembiayaan angsuran kredit dari pengembang PT BAS (Banua Anugerah Sejahtera).

Selain itu, BTN juga dinilai tidak menerapkan klausul buyback guarantee dalam program KPR Simple yang dijalankan bersama pengembang.

Baca Juga: Dispusip Sinjai Luncurkan Dua Buku Digital pada Peringatan HUT Perpusnas dan Hari Buku Nasional 2026

BPK turut menyoroti proses persetujuan kredit yang disebut dibuat oleh pihak pengembang dengan data profil debitur yang tidak akurat.

Atas temuan tersebut, BPK meminta Direktur Utama BTN segera mengambil langkah penyelamatan terhadap kredit bermasalah dalam program KPR.

BPK juga merekomendasikan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan penyaluran kredit melalui skema Program KPR Simple.

Baca Juga: Polres Bulukumba Mengamankan dan Kawal Ketat Pemberangkatan CJH tahun 2026

Hingga kini, BPK diketahui tengah melakukan pemeriksaan investigatif terhadap penyaluran kredit konsumer perumahan yang melibatkan PT BAS.

BPK turut meminta Dewan Komisaris BTN memperketat pengawasan terhadap proses penyelesaian sertifikat kepemilikan rumah debitur. (*)

Halaman:

Tags

Terkini