Meski dihantui was-was akan longsor susulan, warga memilih bertahan dan membersihkan sisa-sisa reruntuhan sedikit demi sedikit.
Kepasrahan dan ketegaran menjadi modal utama mereka bertahan hidup di dusun yang terisolasi tersebut.
"Tinggal yang ada di badan saja. Yang penting selamat. Harta masih bisa dicari, cuma nyawa yang terbatas," ujar seorang ibu di tengah puing rumahnya.
Kisah warga Dusun Lelabu menjadi pengingat bagi publik bahwa di balik status pemulihan daerah, masih ada warga yang harus berjuang ekstra keras hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar di tengah keterbatasan akses.(*)