Meski dihantui was-was akan longsor susulan, warga memilih bertahan dan membersihkan sisa-sisa reruntuhan sedikit demi sedikit.
Kepasrahan dan ketegaran menjadi modal utama mereka bertahan hidup di dusun yang terisolasi tersebut.
"Tinggal yang ada di badan saja. Yang penting selamat. Harta masih bisa dicari, cuma nyawa yang terbatas," ujar seorang ibu di tengah puing rumahnya.
Kisah warga Dusun Lelabu menjadi pengingat bagi publik bahwa di balik status pemulihan daerah, masih ada warga yang harus berjuang ekstra keras hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar di tengah keterbatasan akses.(*)
Artikel Terkait
Banjir Tunjangan, Begini Kekayaan Fantastis Anggota DPR
Pemkab Sinjai Lobi PUPR, Usulkan Proyek Strategis Cegah Banjir dan Amankan Air Baku
Banjir Rendam Jalur Trans Sulawesi Barru: Bupati Andi Ina Turun Langsung Pimpin Penanganan Darurat
Tindak Lanjut Instruksi Bupati: DLH Barru Tinjau Lokasi Tambang Penyebab Banjir di Mallusetasi
Mitigasi Bencana Banjir, Gubernur Sulsel Normalisasi Sungai Suli di Luwu Senilai Rp18,7 Miliar
Gubernur Sulsel Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang
Gubernur Sulsel Salurkan Tiga Truk Air Bersih Siap Minum untuk Korban Banjir Aceh Tamiang
PUPR Sinjai Keruk Drainase di Tekolampe dan Yahya Mathan Cegah Banjir Kota
Tim Kemanusiaan Pemkab Barru Tembus Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan Alat Kebersihan dan Logistik untuk Korban Banjir
Sumbar Berduka Lagi! Banjir dan Longsor Terjang Agam hingga Padang, Warga Histeris Takut Rumah Ambruk