Sebagai destinasi pariwisata premium, Labuan Bajo tetap menjadi ikon sport tourism yang memiliki daya tarik besar bagi pelari nasional maupun internasional.
Bagi IFG, maraton ini memiliki visi jangka panjang sebagai kalender event olahraga berskala nasional dan internasional yang tidak hanya memperkuat gaya hidup sehat, tetapi juga memperkuat literasi keuangan khususnya asuransi serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Manggarai Barat.
Sebagai BUMN di bidang asuransi, penjaminan, dan investasi, IFG memandang konsistensi penyelenggaraan kegiatan ini berkontribusi pada reputasi dan brand perusahaan sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan sektor pariwisata.
IFG menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul bagi peserta, sponsor, dan mitra yang menantikan ajang ini, serta berterima kasih atas pengertian semua pihak.
Baca Juga: Sekda Sinjai Dorong Perlindungan Jaminan Sosial bagi Tenaga Konstruksi
Keputusan untuk tidak menyelenggarakan IFG Labuan Bajo Marathon 2025 menjadi bukti komitmen IFG untuk selalu menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama. (*)
Artikel Terkait
UU Pertambangan 2025: DPD RI dan Pemprov Sulsel Bahas Hilirisasi dan Green Mining
32 Ponpes, Masjid, dan Pondok Tahfidz di Sinjai Terima Bantuan Hibah Keagamaan
Mengulas Permintaan DPR agar BGN Tunjuk Sekolah dalam Penyajian MBG
Demo Kondusif, Wakil Ketua DPRD Bulukumba Syahruni Haris Apresiasi Petugas Pengamanan
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Lepas Calon Praja IPDN Angkatan XXXVI
Pemkab Barru Bersama JICA dan Bappelitbangda Sulsel Kolaborasi Tekan Kemiskinan dan Stunting
Kemenkop Kawal Pemberian Pinjaman Modal 3.059 Koperasi Merah Putih di Sulsel
Hadiri Rakornas Hilirisasi Komoditas Perkebunan di Jakarta, Bupati Andi Ina: Memperkuat Peran Petani