Sulawesinetwork.com – Sebuah gestur kepedulian yang mendalam ditunjukkan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pada Sabtu, 12 Juli 2025.
Dengan langkah tegar namun penuh empati, Khofifah menemui langsung keluarga korban tragedi KMP Tunu Pratama Jaya di Kantor Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi.
Kehadiran beliau, didampingi Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, bukan sekadar kunjungan formal, melainkan wujud nyata dari perhatian pemerintah terhadap para korban.
Baca Juga: Polwan Polres Bulukumba Raih Beasiswa ke Inggris, Kapolres: Kebanggaan dan Harumkan Nama Bangsa!
Dalam suasana haru, Gubernur Khofifah secara simbolis menyerahkan santunan duka cita sebesar Rp10 juta kepada masing-masing keluarga korban meninggal dunia.
Lebih dari sekadar bantuan finansial, momen ini menjadi ajang untuk berbagi duka dan menguatkan hati yang sedang berduka.
“Selain menyampaikan duka cita yang mendalam, mudah-mudahan mereka dipanggil Allah dalam keadaan husnul khotimah, semua amal ibadahnya diterima Allah, dan khilafnya diampuni Allah,” ujar Khofifah dengan suara bergetar, memanjatkan doa terbaik bagi para korban.
Baca Juga: Era Baru Penyelenggaraan Haji: BP Haji Ambil Alih Kendali Mulai 2026, Kemenag Tak Lagi Berwenang!
“Kami juga menyampaikan santunan duka cita untuk keluarga mereka, semoga diberi kesabaran dan kekuatan serta keikhlasan.”
Total ada delapan keluarga yang hadir langsung menerima santunan tersebut.
Khofifah juga memastikan bahwa keluarga korban lainnya yang tidak bisa hadir, seperti yang berdomisili di Probolinggo dan Blitar, akan tetap mendapatkan haknya.
Baca Juga: Putra Hengky Kurniawan Kecelakaan di Karimunjawa: Pelajaran Berharga di Balik Kekhawatiran Sang Ayah
“Saya sudah pesan pada Kepala BPBD supaya paling tidak ada tim Tagana yang ditugaskan untuk menyampaikan duka cita takziah kami,” tegas Khofifah, menunjukkan komitmennya agar seluruh keluarga korban mendapatkan perhatian yang layak.
Sementara keluarga korban berusaha bangkit dari duka, upaya pencarian KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali masih terus dilakukan.