Sulawesinetwork.com – Masalah distribusi katering pasca-Armuzna yang dialami ribuan jemaah haji Indonesia pada 14-15 Zulhijjah 1446 (10-11 Juni 2025) berbuntut permintaan maaf dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Limited.
Akibat keterlambatan dan ketidakmerataan pengiriman makanan di sejumlah hotel di Makkah, BPKH Limited segera bergerak cepat dengan menyiapkan kompensasi bagi sekitar 20.000 jemaah yang dirugikan.
"Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada para jemaah atas keterlambatan layanan konsumsi pada hari pertama pasca-Armuzna," ujar Direktur BPKH Limited, Sidiq Haryono, di Makkah.
Sidiq menjelaskan bahwa beberapa mitra dapur lokal, yang berjumlah 15, mengalami gangguan operasional yang berdampak pada ketepatan distribusi.
"Kami segera mengambil langkah cepat dengan mendistribusikan makanan pengganti," tambahnya.
Makanan pengganti yang diberikan berupa nasi bukhari, shawarma, dan makanan siap saji (RTE).
Baca Juga: Lonjakan COVID-19: IFG Ingatkan Pentingnya Asuransi Kesehatan dan Gaya Hidup Sehat
Menindaklanjuti arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar, BPKH Limited akan memberikan kompensasi finansial kepada jemaah yang terdampak.
Besaran kompensasi adalah 10 riyal (sekitar Rp43.000) untuk pengganti makan pagi, dan 15 riyal (sekitar Rp64.000) untuk pengganti makan siang dan makan malam.
Chief Operating Officer BPKH Limited, Iman Ni’matullah, menjelaskan dua skema pembayaran kompensasi ini:
- Jika jemaah memiliki waktu luang sebelum kembali ke Tanah Air, pembayaran akan dilakukan secara langsung di Makkah.
- "Apabila jemaah tak ada waktu karena persiapan pulang ke Tanah Air, maka Insya Allah akan kami kirimkan melalui rekening masing-masing jemaah," jelas Iman saat penyerahan uang kompensasi di Hotel 614 Makkah.
Total uang kompensasi yang disiapkan untuk 20.000 jemaah ini diperkirakan mencapai 900 ribu hingga 1,5 juta SAR (sekitar Rp3,8 miliar hingga Rp6,4 miliar).
Sebagai informasi, jemaah haji seharusnya mendapatkan layanan makanan sebanyak 84 kali selama di Makkah, 15 kali saat puncak haji di Armuzna, dan 27 kali saat berada di Madinah.
Artikel Terkait
Akses Ibadah Haji Terjamin: Kemenag Pastikan Ratusan Ribu Jemaah Sudah Kantongi Kartu Nusuk, Percepatan Distribusi Terus Digenjot!
Jelang Puncak Haji, Pemerintah Klaim 95 Persen Jemaah Indonesia di Tanah Suci Sudah Terima Kartu Nusuk
Waspada Suhu Ekstrem di Arafah: Dirjen PHU Imbau Jemaah Haji Tetap di Tenda
Kalahkan Elon Musk? Haji Isam Buktikan Pengusaha Bisa Jadi Pahlawan Negeri
Israel Serang Bandara Yaman, Hancurkan Pesawat Pengangkut Jemaah Haji
Kebangkitan “9 Haji”: Taipan Daerah Penantang Dominasi Ekonomi Nasional
Haji 2025: Tantangan Sendi dan Tulang Mengintai Jemaah Lansia di Tanah Suci
Skema Murur dan Tanazul: Solusi Kemenag Atasi Kepadatan Haji, Bagaimana Hukumnya?
Alarm Kebakaran Hebohkan Hotel di Arab Saudi: Ulah Jemaah Haji Indonesia Merokok Picu Kepanikan
Menag Nasaruddin Umar Bantah Keras Isu Pemotongan Kuota Haji 2026: Jangan Buat Resah, Semua Berjalan Lancar!