"Jadi, (AI) membantu dokter memberikan rekomendasi obat yang lebih tepat itu bisa mengurangi biaya hingga 30 persen," tandas dr. Susanti, memberikan angin segar bagi pasien dan keluarga yang seringkali terbebani oleh tingginya biaya pengobatan kanker.
Pengembangan AI untuk diagnosis dan terapi kanker ini menjadi langkah maju yang menjanjikan.
Diharapkan, kolaborasi antara Kemenkes dan Perthera ini dapat segera membuahkan hasil nyata, menghadirkan pengobatan kanker yang lebih efektif, efisien, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia.(*)
Artikel Terkait
Kampanye Politik Tarik Perhatian Lewat AI, Begini yang Terjadi di Indonesia dan Belahan Dunia Lain
Apa Itu AI Meta? Fitur Canggih yang Digandrungi hingga Beri Keuntungan Buat Content Creator!
4 Fakta Menohok AS Panik Lihat AI Buatan China DeepSeek yang Guncang Pasar Global
DeepSeek vs ChatGPT, Ini Plus Minus AI Buatan China versus AS yang Bersaing Ketat di Dunia Kecerdasan Buatan
Nokia UltraView Dilengkapi Fitur AI Canggih? Bantu Fotografi dan Produktivitas Sehari-hari!
Berkembangnya AI, Bill Gates Prediksi Guru dan Dokter akan Hilang dalam 10 Tahun Mendatang
Geger di Jagat Maya, Hayao Miyazaki Meradang: Tren AI Ghibli di ChatGPT Dianggap Penghinaan!
Komdigi, Komunitas dan Dunia Usaha Sepakat Rumuskan Adopsi AI di Acara CITCOM CONNEXT 2025
Revolusi Pendidikan: AI Masuk Kurikulum Sekolah di Tahun Ajaran Baru!
UMKM Bulukumba Makin Melek Digital! BBPSDMP Gandeng Pemkab Gelar Pelatihan AI, E-Commerce Syariah, hingga Konten Kreatif